Menlu Iran Abbas Araghchi, Minggu (27/9/2026), menyatakan Teheran menunggu sikap resmi AS lewat mediator setelah Presiden Trump menolak proposal pembukaan Selat Hormuz secara terbuka.
IRGC memperingatkan AS bahwa serangan lanjutan akan dibalas dengan senjata baru dan target berbeda di Timur Tengah, Sabtu (26/9). Iran juga mengeklaim AS merencanakan operasi militer baru.
Utusan AS dan Iran dilaporkan mengkaji penyelesaian perang secara bertahap di sela Sidang Umum PBB: Hormuz dibuka, blokade dicabut. Pangkalan AS di delapan negara sebelumnya dilaporkan diserang Iran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan membalas serangan lanjutan AS dengan senjata baru dan target berbeda di Timur Tengah. Di sela Sidang Umum PBB, Menlu Araghchi menawarkan pembukaan Hormuz.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan di Sidang Umum PBB, New York, Rabu (23/9/2026), Iran tak akan tunduk pada AS, menuding Washington melakukan terorisme, dan menyoroti Selat Hormuz. Washington menolak visa sebagian rombongannya.
Presiden China Xi Jinping tiba di AS untuk kunjungan kenegaraan tiga hari dan dijadwalkan berunding dengan Donald Trump soal tarif, tanah jarang, AI, dan Iran, dengan ekspektasi hasil besar yang rendah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran terbuka pada negosiasi namun menolak tunduk pada tekanan AS dalam pidato di Sidang Umum PBB, Rabu (23/9). Delegasi AS dilaporkan meninggalkan ruangan saat ia mulai bicara.
Survei Reuters/Ipsos yang selesai Minggu (20/9) menunjukkan kepuasan publik AS terhadap Presiden Donald Trump turun ke 32 persen, terendah dalam karier politiknya. Pemicunya kekecewaan atas biaya hidup dan perang dengan Iran.