Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS), sekaligus menyatakan Iran terbuka untuk berunding. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato di Sidang Umum PBB, Markas Besar PBB, New York, Rabu (23/9/2026).

Menurut laporan iNews, dialog yang dimaksud Teheran harus bebas dari bahasa kekerasan dan tidak berlangsung di bawah ancaman. Pidato itu disampaikan setelah perang berbulan-bulan antara Iran dengan AS dan Israel.

Isi pidato: dialog bersyarat, bukan kompromi di bawah tekanan

Pesan utama Pezeshkian adalah tawaran dialog yang disertai garis batas. Iran, katanya, siap berdialog, tetapi tidak akan menerima negosiasi yang dibingkai ancaman militer atau paksaan.

Kami tidak akan pernah menundukkan kepala,

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

CNBC Indonesia melaporkan Pezeshkian juga menyebut Iran sebagai korban terorisme. Ia menyinggung pengeboman sekolah, pembunuhan ilmuwan, dan terbunuhnya Ismail Haniyeh di Iran pada hari pelantikannya. Ia menolak label teroris yang, menurutnya, dilekatkan kepada Iran oleh Presiden AS.

Pezeshkian menyatakan Iran hanya membela diri. Ia mengatakan Iran tidak pernah menyerang negara lain selama 200 tahun terakhir dan bahwa sistem pertahanan negaranya dirancang agar pengeboman kota-kota Iran tidak dibiarkan tanpa balasan.

Dalam pidato itu, ia juga menyebut serangan ke gedung olahraga di Ilam, kota kecil di salah satu provinsi Iran, yang menurutnya menewaskan anak-anak yang sedang bermain. Ia menuduh AS berada di balik serangan tersebut. Tudingan ini merupakan pernyataan Pezeshkian dan tidak diverifikasi dalam laporan yang dirujuk. Ia menambahkan, Iran membalas serangan tetapi tidak menyasar penduduk sipil.

Kami hanya membela diri, kami bukan teroris.

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Nuklir, sanksi, dan tudingan standar ganda

Salah satu poin yang paling ditekankan adalah soal standar ganda. Menurut iNews, Pezeshkian menyebut Iran diperlakukan tidak adil sementara Israel dibela. Ia menyebut Israel munafik dan mengatakan Iran yang dikenai sanksi. CNBC Indonesia menulis, ia mengkritik sikap dunia yang membiarkan Israel memiliki senjata pemusnah massal tanpa inspeksi.

Sebagai latar, iNews mencatat bahwa Israel memiliki senjata nuklir tetapi tidak menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT), sedangkan pengawas PBB mendatangi Iran. Keterangan ini adalah narasi media, bukan pernyataan Pezeshkian.

Soal program nuklir, Pezeshkian menyatakan teknologi itu dipakai untuk kebutuhan damai, seperti pengobatan, ketahanan pangan, dan pasokan listrik industri. Ia menolak jika teknologi tersebut hanya dikuasai segelintir pihak.

Kami menyatakannya dengan jelas: tidak untuk senjata nuklir dan tidak ada pembatasan pada teknologi nuklir yang damai.

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Selat Hormuz dan dampak ke pasar energi

Pezeshkian juga menyinggung Selat Hormuz. Menurut versi CNBC Indonesia, ia menolak keadaan ketika sebagian pihak menikmati akses bebas ke jalur air itu, tetapi memakainya untuk menekan Iran dan menutup akses Iran sendiri. Ia menyatakan Iran tidak akan menyerah pada hal tersebut dan menilai perluasan perang tidak menghasilkan keamanan.

CNN Indonesia mencatat, perang yang bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari berimbas pada penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak dunia. Iran juga membalas dengan menyerang aset dan pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah.

Pezeshkian menambahkan bahwa Iran tidak memandang negara tetangga sebagai pesaing keamanan dan ingin memiliki tetangga yang kuat. Ia menilai krisis di satu wilayah akan merembet ke negara sekitarnya, sehingga tak ada pihak yang boleh menciptakan kekacauan bagi negara pesisir yang mencari keamanan laut.

Satu pejabat AS meninggalkan ruangan dan gencatan yang rapuh

CNN Indonesia melaporkan, saat Pezeshkian mulai berpidato, satu-satunya pejabat AS yang duduk di bangku delegasi berdiri dan meninggalkan ruangan. Bangku AS kosong selama pidato berlangsung, dan Pezeshkian tetap melanjutkan pidatonya.

Dalam pidatonya, Pezeshkian menunjukkan foto mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta foto anak-anak sekolah yang, menurutnya, tewas akibat serangan AS-Israel. CNN Indonesia menyebut Khamenei tewas dalam serangan pada 28 Februari, bersama sejumlah anggota keluarganya.

Menurut CNN Indonesia, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang. Namun, Washington disebut berulang kali melanggar kesepakatan itu. Laporan tersebut tidak merinci pelanggaran yang dimaksud.

Membaca sinyal dari pidato

Pembacaan redaksi: dari isi pidato, Iran tampak mengirim dua pesan sekaligus, yakni pintu dialog terbuka, tetapi dengan syarat tanpa ancaman dan tanpa pembatasan atas teknologi nuklir damai. Bagaimana pesan itu diterima Washington belum dapat dinilai, sebab sumber yang dirujuk tidak memuat tanggapan AS maupun analis.

Pezeshkian juga mengatakan rakyat Iran turun ke jalan setiap malam selama tujuh bulan terakhir untuk menunjukkan dukungan pada tanah air. Menurutnya, dukungan itulah yang membuat Iran tetap teguh menghadapi tekanan. Klaim ini disampaikan dalam pidato dan tidak diverifikasi oleh sumber yang dirujuk.

Pezeshkian juga mengaitkan perdamaian kawasan dengan keadilan bagi Palestina. Ia menyebut Palestina sebagai luka terbuka pada hati nurani masyarakat internasional. Ia menyebut lebih dari 80.000 warga sipil tewas di Gaza, angka yang ia sampaikan dalam pidato dan tidak diverifikasi dalam laporan yang dirujuk.

Hingga naskah ini ditulis, tanggapan resmi pemerintah AS atas pidato tersebut belum tersedia dalam sumber yang dirujuk.