Beberapa pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah rusak terkena hantaman rudal dan drone Iran. Serangan itu berlangsung berulang kali setelah perang meletus pada 28 Februari 2026, menurut foto yang dirilis CBS News dan dikutip iNews.

Foto-foto tersebut diambil oleh personel militer AS dan dirilis CBS News belum lama ini. Gambarnya menunjukkan bangunan, barak, kendaraan darat, dan pesawat militer yang rusak di sejumlah lokasi.

Serangan dilaporkan menyasar pangkalan di delapan negara

Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS menyampaikan laporan kepada Kongres. Isinya, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah melaporkan serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di delapan negara.

Kedelapan negara itu adalah Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania. Dengan demikian, serangan yang dilaporkan mencakup banyak negara di kawasan, bukan hanya satu atau dua lokasi. Sumber tidak merinci pangkalan di negara mana saja yang tampak rusak dalam foto CBS News.

Pesawat mata-mata dan barak rusak

Salah satu foto CBS News menampilkan pesawat mata-mata Boeing E-3 Sentry dalam kondisi rusak parah. Ekornya terpisah dari badan pesawat yang tampak hangus.

Foto lain menunjukkan bangunan dan barak yang rusak di sekitar penghalang beton T-wall. Penghalang itu biasa dipakai untuk melindungi dari granat dan tembakan mortir.

Baca jugaHouthi Ancam Serang Kepentingan AS bila Bantu Saudi, Bab al-Mandab Disebut Garis Merah

Sikap Iran di Sidang Umum PBB

Di tengah perang tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Rabu (23/9/2026). Menurut Tribunnews, ia menunjukkan foto-foto dampak serangan militer terhadap fasilitas sipil di Iran. Ia juga menyinggung korban pengeboman sekolah di Minab dan aula olahraga di Lamerd yang disebut terkena bom klaster.

Pezeshkian menyatakan Iran terus menjadi sasaran serangan dan sanksi asing karena menolak tunduk pada intimidasi kekuatan luar. Ia menekankan bahwa kekuatan militer negaranya bersifat defensif.

“Kekuatan militer Iran dibangun murni untuk tujuan pertahanan dan pencegahan.”

— Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

“Kami tidak memerlukan izin dari siapa pun untuk membela tanah air kami”

— Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Pernyataan itu menjadi tanggapan atas tuduhan Presiden AS Donald Trump yang sempat menyebut Iran sebagai negara teroris. Pezeshkian membantah tuduhan tersebut dan menyatakan Iran justru korban terorisme.

Pezeshkian juga menegaskan bahwa tekanan militer maupun skenario perang tidak akan pernah membuat Iran bertekuk lutut.

“Mereka sekarang harus tahu bahwa Iran tidak bisa dipaksa menyerah melalui perang”

— Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Baca jugaPezeshkian di Sidang PBB: Iran Tak Akan Tunduk pada Trump, Tuding AS Lakukan Terorisme dan Soroti Selat Hormuz

Yang belum diketahui

Sumber yang dirujuk tidak merinci jumlah korban maupun nilai kerugian dari serangan terhadap pangkalan-pangkalan tersebut. Tanggapan resmi Pentagon atas foto-foto yang dirilis CBS News juga tidak tercantum dalam sumber. Redaksi akan memperbarui berita ini bila ada informasi tambahan dari pihak berwenang.