Angkatan Laut IRGC menyatakan supertanker terkena serangan dan terbakar saat mencoba melintasi Selat Hormuz, Selasa (13/10). Iran sebelumnya menegaskan selat tak dibuka sebelum AS penuhi syarat damai.
IRGC memperingatkan AS bahwa serangan lanjutan akan dibalas dengan senjata baru dan target berbeda di Timur Tengah, Sabtu (26/9). Iran juga mengeklaim AS merencanakan operasi militer baru.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan membalas serangan lanjutan AS dengan senjata baru dan target berbeda di Timur Tengah. Di sela Sidang Umum PBB, Menlu Araghchi menawarkan pembukaan Hormuz.