PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan mobil listrik 7-seater terbarunya, Hyundai Neira, memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen. Pernyataan itu disampaikan Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, kepada wartawan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut Frans, angka tersebut sudah dipastikan untuk Neira, yang menyasar konsumen keluarga Indonesia. Target itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan kendaraan listrik rakitan lokal memenuhi TKDN minimal 60 persen mulai 2027.

Alasan TKDN Neira di atas 60 persen

Frans menjelaskan, salah satu dasarnya adalah keberadaan pabrik baterai Hyundai di Indonesia. Kumparan mencatat, pabrik tersebut dapat meningkatkan penggunaan komponen lokal, terutama baterai yang disebut memiliki nilai paling besar pada mobil listrik.

Neira akan diproduksi di fasilitas Hyundai Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Jawa Barat. Frans menyebut proses perakitan juga dilakukan di Cikarang, dan yang tersisa tinggal soal utilisasi pabrik baterai.

Frans juga menyatakan perusahaan memiliki infrastruktur untuk memenuhi ketentuan TKDN. Menurut Kumparan, infrastruktur itu bagian dari ekosistem produksi Hyundai yang diklaim dibangun lewat investasi Rp 50 triliun, secara umum. Kumparan juga menulis bahwa Hyundai memiliki fasilitas perakitan untuk sejumlah model bagi pasar domestik dan ekspor.

Kedua sumber berbeda dalam menyebut lokasi pabrik baterai. Kumparan menulis pabrik itu berada di Cikarang, sedangkan JPNN menulis di Karawang, Jawa Barat. Perbedaan itu belum dijelaskan dalam kedua laporan.

“Hyundai Neira, itu sudah pasti di atas 60 persen. Kenapa 60 persen? karena pabrik baterainya sendiri kan sudah ada di Cikarang”

— Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia

Aturan TKDN dan klaim soal Kona Electric

Batas kandungan lokal diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Targetnya 40 persen untuk tahun ini, naik menjadi 60 persen pada 2027-2029, lalu 80 persen pada 2030.

Sebagai pembanding, Hyundai menyebut Kona Electric produksi lokalnya memiliki TKDN 80,1 persen berdasarkan data P3DN Kementerian Perindustrian. Capaian itu menjadi salah satu dasar optimisme perusahaan untuk memenuhi ketentuan 60 persen pada Neira.

Apa artinya bagi calon pembeli

Pemesanan awal Neira dibuka pada ajang Gaikindo Auto Week (GAW) 2026 tanggal 20 November 2026. Fitur yang disebut mencakup ground clearance cukup tinggi, konektivitas ponsel lewat Bluelink, blind spot view monitor, serta akses mudah ke baris ketiga.

Harga belum diumumkan. Frans tidak menanggapi kisaran Rp 350 juta hingga Rp 400 jutaan yang ditanyakan wartawan, dan menyebut harga baru diumumkan saat GAW 2026.

Ia hanya mengatakan harganya akan dibuat menarik bagi pasar, dan menurutnya kendaraan ini disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Calon pembeli perlu menunggu pengumuman resmi perusahaan pada ajang pameran tersebut.