Presiden China Xi Jinping tiba di Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan tiga hari dan dijadwalkan berunding dengan Presiden Donald Trump di Washington pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat. Agenda mencakup perdagangan, tarif, mineral tanah jarang, kecerdasan buatan (AI), hingga isu Iran. Pertemuan ini dibaca sebagai ujian bagi gencatan dagang yang disebut analis masih rapuh.

Sambutan langka di Joint Base Andrews

Trump bersama Ibu Negara Melania menyambut Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di Joint Base Andrews, pangkalan udara militer di luar Washington. Menurut AFP yang dikutip detikNews, dua pesawat pengebom B-1 melakukan terbang lintas, sementara enam jet F-22 dan enam F-16 berjajar di landasan.

Presiden AS jarang menyambut pemimpin asing langsung di bandara. Sambutan semacam itu terakhir diyakini terjadi pada 1962 dan 1959, di luar kunjungan Paus. Menurut AFP, Trump tidak mendapat penyambutan serupa ketika berkunjung ke Beijing pada Mei. Ini kunjungan pertama Xi ke ibu kota AS dalam lebih dari satu dekade.

Setelah penyambutan, Trump dijadwalkan menerima Xi di Gedung Putih untuk upacara kenegaraan dan pertemuan bilateral. Kunjungan berakhir pada Jumat (25/9) dengan jamuan teh dan kunjungan ke Arsip Nasional.

Tarif dan gencatan dagang yang rapuh

Latar utama pertemuan adalah kesepakatan dagang yang dicapai kedua pemimpin di Busan pada Oktober 2025. Sebelum gencatan itu, AS dan China sempat terlibat perang tarif dengan bea masuk timbal balik di atas 100 persen. Kedua pemimpin kemudian bertemu lagi di Beijing pada Mei 2026.

Laporan soal perpanjangan gencatan belum seragam. Republika, mengutip pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, menyebut kedua negara sudah sepakat memperpanjang kesepakatan Busan selama dua bulan hingga Januari. Adapun AFP dalam laporan detikNews menyebut kedua pihak masih mempertimbangkan perpanjangan. Jonathan Czin dari Brookings Institution memperkirakan akan ada perpanjangan atas kesepakatan informal itu, meski hasil konkret dinilai kecil.

Tanah jarang dan AI sebagai kartu tawar

Mineral tanah jarang menjadi salah satu persoalan terbesar. Data Reuters yang dikutip Republika menunjukkan porsi China sekitar 70 persen di sisi penambangan global, dan lebih dari 85 persen di sisi pemurnian serta produksi. Posisi itu memberi Beijing daya tawar yang kuat, sedangkan para pakar memperkirakan upaya diversifikasi pasokan butuh waktu bertahun-tahun.

Di sisi AI, pembicaraan awal Bessent dengan mitranya dari China, He Lifeng, mencakup pembentukan saluran komunikasi khusus untuk membahas kekhawatiran terkait teknologi itu. Keduanya menggelar pembicaraan lanjutan yang disebut Bessent "substansial" pada Rabu. Namun, di tengah persaingan meraih supremasi AI, kesepakatan untuk mengatur teknologi tersebut dinilai kecil kemungkinannya.

Isu Iran dan kritik dari dalam negeri

Sambutan istimewa itu dikritik sebagian tokoh garis keras di partai Trump sendiri. Kritik menguat karena adanya laporan yang menyebut Beijing menyediakan informasi intelijen bagi Iran untuk menyerang pasukan AS. Dalam sumber yang dirujuk, hal itu disampaikan sebagai laporan, bukan fakta yang dikonfirmasi.

Panglima tertinggi kita harus ingat bahwa tamunya adalah seorang diktator yang kejam, tidak dipilih melalui pemilu, dan menindas

Roger Wicker, Senator Republik dan ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat

Menurut AFP, Trump merasa isu dugaan bantuan China untuk Iran tak perlu ia bawa ke meja pembicaraan. Alasannya, kedua negara sama-sama saling memata-matai.

Kepentingan masing-masing pihak

Bagi Trump, pertemuan ini punya dimensi domestik. Pemilu sela berlangsung November, sementara harga bahan bakar yang terdampak perang Iran disebut ikut menyeret kepuasan publik ke titik terendah. Kesepakatan yang menekan harga atau menambah pembelian produk pertanian AS bisa disajikan sebagai keberhasilan. Seremoni megah juga dinilai dapat mengalihkan perhatian dari masalah dalam negeri.

Ivano di Carlo dari European Policy Centre menilai kedua pihak punya kepentingan berbeda. Trump memerlukan capaian yang bisa dipamerkan ke pemilih, sedangkan China untung bila mendapat tambahan waktu guna menguatkan industrinya. Analis lain menyebut Beijing sudah menatap era setelah Trump, yang masa jabatan keduanya habis pada awal 2029, dan memakai gencatan untuk memperkokoh posisinya.

Dampak bagi Eropa dan apa selanjutnya

Euronews, sebagaimana dikutip Republika, mencatat Eropa mengamati pertemuan ini dengan cermat. Tarif AS yang lebih tinggi terhadap China dapat mengalihkan barang China ke pasar Uni Eropa, sementara Brussels menjalankan negosiasi sendiri dengan Beijing soal ketidakseimbangan dagang.

Alicia García Herrero dari lembaga kajian Bruegel menilai Xi datang dengan posisi tawar kuat. Ia memperingatkan bahwa kesepakatan AS-China soal tanah jarang belum tentu menguntungkan Eropa secara setara.

AS dalam satu pengertian akan bernegosiasi untuk Eropa, dan Eropa harus membayar harga untuk itu

Alicia García Herrero, analis lembaga kajian Bruegel

Menurut para analis yang dikutip AFP, harapan akan terobosan besar dari pertemuan ini rendah, dan tujuan utama rangkaian acara mewah itu adalah menjaga gencatan diplomatik dan dagang. Czin memperkirakan gencatan tarif diperpanjang. Hasil pembicaraan resmi pada Kamis akan menunjukkan apa yang benar-benar disepakati kedua pemimpin.

Catatan: delegasi Xi, menurut media pemerintah China, didampingi Cai Qi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi. Dua sumber AFP menyebut tidak ada CEO perusahaan China dalam rombongan, sedangkan para petinggi teknologi AS dijadwalkan hadir pada jamuan kenegaraan.