Sorotisu berpedoman pada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang ditetapkan Dewan Pers bersama organisasi pers dan pengelola media siber, serta Kode Etik Jurnalistik. Ringkasan penerapannya di Sorotisu:
Verifikasi dan keberimbangan berita
Setiap berita harus melalui verifikasi. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan. Bila verifikasi belum dapat dilakukan, hal itu dijelaskan di dalam berita dan verifikasi dilanjutkan pada berita pemutakhiran.
Isi buatan pengguna
Sorotisu saat ini tidak menyediakan kolom komentar publik. Bila kelak tersedia, isi buatan pengguna yang memuat kebohongan, fitnah, SARA, kekerasan, atau pornografi akan dihapus.
Ralat, koreksi, dan hak jawab
Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers. Ralat, koreksi, dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi, atau diberi hak jawab, dan setiap berita yang dikoreksi mencantumkan waktu pemutakhirannya.
Pencabutan berita
Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban, atau pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers. Pencabutan disertai alasan dan diumumkan kepada publik.
Iklan
Setiap berita atau artikel berbayar dan konten iklan diberi keterangan "iklan", "advertorial", "sponsored", atau kata lain yang menjelaskan bahwa konten tersebut adalah iklan.
Hak cipta
Sorotisu menghormati hak cipta. Kami tidak menyalin tulisan media lain; artikel disusun dengan kalimat sendiri dan sumbernya dicantumkan. Foto yang kami gunakan berlisensi bebas (misalnya dari Wikimedia Commons) dengan kredit pembuat dan lisensinya, atau grafis buatan redaksi.