Penanganan sisa karhutla di Kalimantan Selatan seluas sekitar 10.000 hektare dikebut lewat kerja sama lintas sektor yang digerakkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Wilayah kerja dibagi, dan pemerintah menargetkan semuanya tuntas dalam sepekan.

Pembahasan berlangsung dalam rapat teknis di Banjarbaru, Sabtu. Hadir pula perwakilan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), GAPKI, dan forum perusahaan pertambangan di Kalimantan Selatan.

Mengapa semua pihak dilibatkan

Pertemuan itu melanjutkan koordinasi dua minggu sebelumnya di Jakarta. Menurut Hanif, semua pemangku kepentingan harus terlibat karena api yang menyala hampir tiga bulan masih sulit dikendalikan.

Ia menyebut sejumlah titik api memang sudah padam. Namun, api sering berpindah ke lokasi lain sehingga perlu ditangani lagi.

“Sehingga keterlibatan semua pihak sangat diperlukan,”

— Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan

Strategi penanganan lahan sawah dan gambut

Hasil pemetaan menunjukkan sasaran berikutnya adalah kawasan Jalan Gubernur Syarkawi dan Handil Bakti. Pengendalian sebelumnya sudah dilakukan di Hutan Lindung, Liang Anggang, Guntung Damar, dan Pengayuan. Semua unsur dijadwalkan apel bersama sebelum bertugas di wilayah masing-masing.

Semua angka luas dalam laporan ini berupa perkiraan, sehingga jumlah rinciannya tidak persis sama dengan total. Dari area sasaran, sekitar 8.500 hektare berupa sawah dengan jerami sisa panen yang gampang terbakar. Sekitar 1.800 hektare lainnya adalah gambut, membentang dari Jalan Gubernur Syarkawi sampai Jalan Martapura Lama.

Di sawah, Dinas Pertanian akan membalik tanah agar bahan penyulut api berkurang. Di gambut, dibutuhkan lebih banyak personel untuk memadamkan dan membasahi lahan secara intensif, sebab bara bisa bertahan di dalam tanah.

“Dua lokasi ini memiliki tipikal yang berbeda. Area gambut memerlukan upaya yang cukup besar sehingga tenaga akan banyak diarahkan ke sana. Sementara area persawahan akan ditangani langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dengan membalik tanah,”

— Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan

Target sepekan dan dampak kabut asap

Pemerintah berharap pembagian tugas yang disesuaikan dengan jenis lahan mempercepat kerja hingga satu minggu. Tujuannya meredam kabut asap yang dirasakan warga, khususnya di Kota Banjarmasin yang disebut terkena dampak cukup serius.

Hanif menyampaikan apresiasi atas dukungan GAPKI dan APHI, di pusat maupun di Kalimantan Selatan, juga forum perusahaan tambang. Ia berharap dukungan itu berupa bantuan personel, peralatan, dan pelaksanaan pemadaman.

Rencana perluasan ke provinsi lain

Jika pelaksanaan di Kalimantan Selatan berjalan baik, model terpadu ini rencananya dipakai juga di Kalimantan Tengah dan kemungkinan Sumatera Selatan. Tiga provinsi itu menjadi sorotan pemerintah karena karhutla berkaitan dengan program swasembada pangan, energi, dan air.

Hanif menyebut langkah tersebut searah dengan Inpres Nomor 14 Tahun 2026 yang mengatur penanggulangan karhutla di kawasan swasembada. Aturan itu menjadi dasar koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam membantu penanganan kebakaran di ketiga provinsi.

Baca jugaKabut Asap Palembang: 30 Penerbangan di Bandara SMB II Terdampak, Udara Jumat Pagi Berstatus Berbahaya