Basarnas memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Hingga Sabtu malam, 80 korban meninggal ditemukan dan 55 orang belum ditemukan.
Tim SAR menemukan dua korban lagi KM Virgo Transport 8 pada Jumat (2/10/2026) sehingga korban meninggal tercatat 80 orang dan 55 masih dicari. Nakhoda Arief Yunianto berstatus tersangka dan ditahan.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8 sebagai tersangka dan menahannya, Rabu (30/9). Basarnas mencatat 78 korban meninggal dan 57 masih dicari pada hari ke-18 operasi SAR.
Tim SAR menemukan lima jenazah baru di badan KM Virgo Transport 8 pada hari ke-16 pencarian, Senin (28/9/2026); data manifes kini mencatat 71 orang meninggal dan 64 orang masih dicari di Laut Jawa.
Operasi SAR banjir bandang Kabupaten Solok dihentikan Jumat, 25 September 2026, setelah Agusra, korban hilang terakhir, ditemukan meninggal. Pemkot Padang mengirim personel dan logistik; Basarnas masih mencari 71 orang KM Virgo Transport 8.
Data terbaru yang dilaporkan VIVA Senin (28/9/2026) malam mencatat 71 korban KM Virgo Transport 8 meninggal dan 64 orang masih dicari, sementara 41 dari 70 jenazah telah teridentifikasi tim DVI.
Basarnas mengungkap kemiringan KM Virgo Transport 8 terus berubah dan enam kendala menghambat penyelam mencari 71 korban yang masih hilang, sementara operasi SAR diperpanjang hingga 3 Oktober.
Basarnas mengerahkan dua kapal dari Palangka Raya ke pesisir Kalimantan Tengah untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8. Hingga Rabu (23/9/2026), 28 korban meninggal dan 107 orang masih dicari.
Tim penyelam gabungan menembus kamar-kamar KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan menemukan banyak jasad terjebak, Selasa (22/9); identifikasi korban meninggal bertambah menjadi 14 dari 18 orang.