Tim penyelam gabungan berhasil menembus akses ke sejumlah kamar penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dengan memecahkan kaca-kaca jendela, dan menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam kapal, Selasa (22/9/2026) malam. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan sebagian jasad belum bisa dievakuasi karena diduga terjepit di dalam bangkai kapal, sehingga operasi dilanjutkan pada Rabu (23/9). Hingga saat ini korban meninggal dunia KM Virgo Transport 8 tercatat 18 orang, dan 14 di antaranya sudah teridentifikasi.

Banyak Jasad Ditemukan Terjebak di Kamar Kapal

Putu menjelaskan pencarian hari ke-10 difokuskan pada badan kapal, khususnya kamar-kamar penumpang, setelah tim melihat banyak korban yang terjebak di dalam. Ia mengungkapkan upaya menarik sejumlah jasad dengan tali sempat dilakukan namun gagal karena diduga tersangkut atau terjepit bagian kapal.

“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar,”

— I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator

Tim penyelam gabungan yang terlibat terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI Angkatan Laut, PT Jasalindo, serta unsur lain. Mereka memecahkan kaca-kaca jendela kamar untuk membuka akses menuju ruang tempat korban terjebak. Pada Selasa pagi, tim sebelumnya telah mengevakuasi tiga jenazah dari dalam bangkai kapal, namun evakuasi lanjutan pada sore hari terhambat air yang keruh akibat arus laut yang kian kencang.

“Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat”

— I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin

Putu menambahkan operasi pencarian pada Rabu akan kembali memfokuskan pencarian ke kompartemen kamar tidur penumpang, baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Basarnas juga akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan di dalam kapal yang saling bertindih akibat posisi kapal tidak normal, apabila kondisinya memungkinkan dan aman bagi penyelam.

“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,”

— I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin

Identifikasi Korban Bertambah Jadi 14 Orang

Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol dr Much Sofwan menyampaikan lima dari sembilan jasad yang ditemukan sejak Minggu (20/9) berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Banjarmasin, Selasa malam.

Sembilan jasad temuan sejak 20 September itu, termasuk tiga jenazah yang dievakuasi dari badan kapal pada Selasa pagi, merupakan bagian dari total 18 korban meninggal dunia KM Virgo Transport 8 yang tercatat Basarnas hingga Selasa (22/9) pukul 22.00 WITA. Dengan kata lain, sebelum identifikasi malam itu, sembilan jasad tersebut belum diketahui identitasnya, sementara sembilan korban meninggal lainnya dari total 18 orang sudah lebih dulu teridentifikasi.

“Dua warga Jawa Timur, dua warga Jawa Tengah dan satu asal Nusa Tenggara Barat,”

— Kombes Pol dr Much Sofwan, Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan
  • Anas, laki-laki 45 tahun asal Bangkalan, Jawa Timur
  • Bagus Mahendra, laki-laki 20 tahun asal Klaten, Jawa Tengah
  • Aldo Nurahmansyah, laki-laki 19 tahun asal Surakarta, Jawa Tengah
  • Jumbrik, laki-laki 52 tahun asal Lamongan, Jawa Timur
  • I Putu Angga Santyana, laki-laki 28 tahun asal Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

Dengan tambahan lima nama tersebut, jumlah korban meninggal KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi bertambah dari sembilan menjadi 14 dari total 18 orang. Empat jasad yang tersisa dari sembilan jasad temuan sejak 20 September masih menunggu proses identifikasi lanjutan.

“Kami masih menunggu hasil tes DNA yang dikirim ke Jakarta,”

— Kombes Pol dr Much Sofwan, Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan keluarga korban bisa langsung mendatangi RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi. Bila keluarga berada di luar Banjarmasin, pemulangan jenazah akan dibantu pihak kapal bersama Jasa Raharja.

Latar Belakang Kecelakaan dan Data Terkini

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 WITA, dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Kapal yang mengangkut 243 orang tersebut diduga hilang kontak akibat cuaca buruk, dan ditemukan terbalik pada hari yang sama, menurut Basarnas.

Selain temuan di badan kapal, Basarnas turut menyelidiki satu jasad temuan nelayan di perairan Kalimantan Tengah pada Selasa yang diduga korban tambahan KM Virgo Transport 8, karena tidak ada laporan warga hilang di wilayah tersebut. Jasad itu dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk identifikasi lebih lanjut.

Basarnas mencatat hingga Selasa (22/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 126 dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8 telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 orang masih dalam pencarian.