Satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi bernama Purkam, sopir truk ekspedisi asal Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, telah dipulangkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kepada Pemkab Tulungagung. Jenazah lalu diserahkan kepada keluarga, disalatkan, dan dimakamkan di pemakaman umum pada hari yang sama, Sabtu (26/9), menurut Liputan6.

Identifikasi dan pemulangan jenazah dari Tulungagung

Kepala Dinas Sosial Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengonfirmasi proses serah terima jenazah tersebut kepada keluarga korban sebelum pemakaman berlangsung.

“Jenazah korban sudah dipulangkan oleh Dinsos Provinsi Jawa Timur dan kemudian diserahkan kepada kami”

— Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Kepala Dinas Sosial Tulungagung

Reni berterima kasih kepada berbagai pihak yang membantu, yakni tim SAR, Tim Disaster Victim Identification (DVI), dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, atas kerja mereka mulai dari identifikasi sampai proses pemulangan jenazah ke keluarga. Ia menambahkan, pihaknya masih terus berkoordinasi untuk memperoleh kabar terbaru soal warga Tulungagung lain yang belum ditemukan.

“Kami masih terus berkoordinasi dan berupaya mendapatkan informasi terkait korban lainnya yang belum ditemukan”

— Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Kepala Dinas Sosial Tulungagung

Liputan6 mencatat, enam warga Tulungagung berada di antara penumpang KM Virgo Transport 8: dua orang selamat, satu orang terkonfirmasi meninggal atas nama Purkam, dan tiga sisanya belum ditemukan hingga kini.

Data terbaru korban dan latar peristiwa

Data Basarnas per hari ke-14 operasi SAR mencatat jumlah penumpang kapal itu mencapai 243 orang. Proses evakuasi sejauh ini berhasil menemukan 172 orang, yakni 108 selamat dan 64 meninggal dunia, sedangkan 71 orang lainnya belum ditemukan.

Menurut Liputan6, insiden yang menimpa KM Virgo Transport 8 terjadi pada 13 September 2026 di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Tim SAR gabungan hingga kini masih melanjutkan pencarian, sementara identifikasi jenazah dikerjakan oleh Tim DVI.

Perpanjangan operasi SAR dan pemulihan penyelam

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko sebelumnya memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari lagi pada hari ke-14 operasi, dengan evaluasi setiap tiga hari, seperti dilaporkan Tribunnews dan Detik. Kapal evakuasi KN SAR Pacitan ditarik ke Pelabuhan Trisakti dan digantikan KN SAR Purworejo yang baru tiba dari Tanjung Pinang.

“Kami putuskan untuk kami perpanjang lagi tujuh hari ke depan, tapi akan kita evaluasi tiap tiga hari”

— Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Direktur Operasi Basarnas

Selain itu, TNI AL menyiapkan terapi hiperbarik bagi 45 penyelam tim SAR gabungan. Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menyebut para penyelam telah bekerja sekitar dua minggu di kedalaman 20 meter sehingga rawan mengalami dekompresi, dengan gejala mulai dari kemerahan kulit, nyeri sendi, hingga kelumpuhan.

Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Banjarmasin sebelumnya dilaporkan telah mengidentifikasi sedikitnya 25 jenazah korban, menurut Tribunnews.