Jumlah korban tewas dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 bertambah menjadi 20 orang per Rabu (23/9/2026), setelah tim penyelam gabungan Basarnas dan TNI AL menemukan lebih banyak jasad penumpang yang terjebak di kamar-kamar kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Data tersebut disampaikan sebagai informasi tambahan dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, di mana Ketua Komisi V DPR RI Lasarus turut meminta seluruh lambung kapal dijelajahi hingga semua korban ditemukan.

Berdasarkan data Basarnas yang dikutip dalam rapat tersebut, dari 243 penumpang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 20 orang meninggal dunia, sedangkan 115 orang lainnya masih dalam pencarian.

Angka korban meninggal ini bertambah dari data yang dicatat Liputan6 pada Rabu pagi pukul 09.00 WITA, yakni 19 orang tewas, 108 selamat, dan 116 orang masih dicari. Penambahan itu terjadi setelah seorang nelayan menemukan satu jenazah laki-laki di perairan pada Selasa (22/9/2026) sore, yang menurut Kepala Basarnas M. Syafii dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Penyelam temukan banyak jasad di kamar kapal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana melaporkan tim penyelam gabungan berhasil membuka akses ke sejumlah kamar KM Virgo Transport 8 dengan memecahkan kaca jendela pada Selasa (22/9/2026). Menurutnya, jasad penumpang yang terjebak di dalam kapal mulai banyak terlihat, meski proses evakuasi sempat terhambat arus laut yang kuat dan kondisi air keruh.

Tim penyelam gabungan juga sudah berhasil membuka akses, berupa pemecahan kaca-kaca jendela-jendela di beberapa buah kamar.

I Putu Sudayana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin

Identifikasi jenazah terus berjalan

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Pusdokkes Polri, Inafis, dan Ditreskrimsus Polda Kalsel telah mengidentifikasi 14 jenazah korban hingga Selasa (22/9/2026), melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem. Proses berlangsung bertahap sejak pertengahan September, salah satunya terhadap Bagus Mahendra (20) asal Klaten, Jawa Tengah, yang jenazahnya dimakamkan pada Rabu (23/9/2026) bertepatan dengan hari pernikahan kakak perempuannya di Kantor Urusan Agama setempat.

Selain Bagus, sejumlah jenazah yang telah teridentifikasi antara lain Anas asal Bangkalan, Aldo Nurahmansyah asal Surakarta, Jumbrik asal Lamongan, dan I Putu Angga Santyana asal Mataram, menurut keterangan tim DVI yang diterima Liputan6.

Kalau sudah di atas 10 hari dari kejadian musibah, kendalanya akan lebih sulit lagi. Sehingga kita butuh sekali kecocokan antara informasi ante mortem dan post mortem.

Kombes Pol dr Much Sofwan, Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026)

Baca jugaKM Virgo Transport 8: Penyelam Tembus Kamar, Temukan Banyak Jasad Terjebak

DPR minta pencarian tuntas sebelum dihentikan

Dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Laut, dan Udara Kemenhub, Lasarus meminta Basarnas dan Kemenhub menyisir seluruh lambung KM Virgo Transport 8 sebelum operasi pencarian dinyatakan selesai. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara memenuhi harapan keluarga korban yang masih menanti jenazah anggota keluarganya ditemukan.

Saya aktif koordinasi terus dengan Kabasarnas supaya seluruh lambung kapal itu dulu dijelajahi untuk dicek secara keseluruhan bagaimanapun caranya, jangan ditinggalkan sebelum dipastikan seluruhnya tidak ada lagi korban di sana, baru nanti kita memohonkan operasi dihentikan.

Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI

Keluarga harapannya cuma satu kalau sudah hari begini Pak, semoga mereka bisa menemukan jasad keluarga yang mereka cintai dan itu harapan mereka hanya pada negara yang bisa menemukannya.

Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI

Investigasi penyebab kecelakaan menanti evakuasi tuntas

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 akan dilakukan setelah proses evakuasi korban rampung. Ia menyebut pemeriksaan nantinya mencakup kesesuaian manifes, kondisi muatan, dugaan pengikatan muatan, kelengkapan dokumen kapal, kelaikan armada, hingga kondisi awak kapal.

Yang paling penting pertama adalah kalau saya, evakuasi dulu. Evakuasi, (lalu) investigasi. Karena setiap kecelakaan pasti sebab-sebabnya berbeda.

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan

Dudy menambahkan bahwa aturan keselamatan pelayaran sebenarnya sudah tersedia, sehingga tantangan utama terletak pada konsistensi penerapannya oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab di lapangan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi guna memperbaiki sistem keselamatan pelayaran nasional.