Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengimbau seluruh bupati dan wali kota di provinsi itu mengambil langkah antisipasi setelah kabut asap masuk ke Sumut. Ia meminta SMA, SMK, dan SLB menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Jumat (16/10/2026).

Imbauan PJJ untuk melindungi kesehatan siswa

Menurut Bobby, PJJ adalah langkah pencegahan agar peserta didik tidak terpapar kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Ia menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap harus berjalan meski dilakukan dari rumah.

“Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,”

— Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara

Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta menyesuaikan langkah dengan kondisi wilayah masing-masing serta terus memantau perkembangan kualitas udara. Kepala daerah diminta mengedukasi masyarakat agar mengurangi paparan kabut asap, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Secara terpisah, Bobby mengimbau masyarakat menerapkan langkah perlindungan kesehatan dengan memakai masker.

Modifikasi cuaca dan koordinasi dengan Sumsel

Bobby menyatakan Pemprov Sumut mencoba modifikasi cuaca untuk memicu hujan agar kabut asap kebakaran hutan dan lahan berkurang. Ia berbicara usai peluncuran bus perintis gratis bagi pelajar di Kabupaten Asahan pada Kamis. Menurutnya, upaya itu dilakukan Kamis sampai Jumat, dan pada Kamis dicoba di kawasan Danau Toba.

Bobby menyebut modifikasi cuaca akan dilanjutkan secara bertahap ke daerah lain di Sumut.

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Selatan soal pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap. Menurut Bobby, Gubernur Sumsel hari itu juga membuat dry ice, yakni es karbon dioksida padat, untuk membantu mengangkat asap. Metode itu akan dipakai di Sumut bila modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan. Ia mengakui hujan buatan mungkin berhasil di sebagian wilayah dan tidak di wilayah lain.

Kondisi udara dan jarak pandang menurut BMKG

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menyatakan kabut asap terdeteksi di seluruh Sumut. Namun, pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10) tidak menemukan satu pun titik panas di provinsi itu.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit pada Rabu (14/10) pukul 10.00 WIB, jarak pandang turun menjadi 1 sampai 4 kilometer. Konsentrasi partikel PM2.5 berada pada kategori sedang dan tidak sehat.

Hendro mengimbau warga di wilayah berpotensi terdampak mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara berkabut atau jarak pandang menurun. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan memakai masker.