Rusia dilaporkan menyerang pembangkit listrik di Kyiv dan fasilitas energi di wilayah Kharkiv, Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi pada Minggu (11/10/2026). Moskow sejauh ini belum mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan lewat unggahan di media sosial bahwa pembangkit listrik di Kyiv dihantam drone Shahed. Menurut AFP yang dikutip detikNews pada Senin (12/10/2026), serangan terhadap fasilitas energi lain juga terjadi di Kharkiv.
Serangan setelah pengumuman gencatan energi
Mengutip Euronews, Tribunnews melaporkan serangan drone pada pembangkit di Kyiv memicu pemadaman listrik di ibu kota Ukraina itu. Serangan lalu berlanjut ke infrastruktur energi di Kharkiv.
Zelensky menyoroti waktu serangan tersebut. Ia menyatakan semua itu terjadi setelah Presiden AS mengeluarkan pernyataan soal gencatan energi.
Isi klaim Trump dan tanggapan awal Zelensky
Trump menyampaikan klaimnya lewat Truth Social tanpa merinci cakupan maupun mekanisme pelaksanaan, seperti dilaporkan Reuters yang dikutip CNN Indonesia.
“Segera berlaku, ada gencatan senjata energi dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah sepakat. Jangan melanggarnya!”
— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
Zelensky semula mengatakan kepada Axios bahwa kabar itu baru baginya, tetapi Ukraina akan menyetujui gencatan jika Rusia juga setuju. Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara dengan para pemimpin Kanada, Finlandia, dan NATO.
“Ukraina mendukung gencatan senjata tersebut, dan penting bagi Rusia untuk turut mendukungnya”
— Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina
Zelensky menambahkan, pihaknya menunggu rincian dari Amerika. Ia menegaskan Ukraina selalu sepenuhnya mendukung langkah menuju de-eskalasi dan perlindungan nyawa.
Baca jugaZelensky Jawab Desakan Trump: Pemimpin Ukraina Dipilih Rakyat, Pemilu Butuh Gencatan Senjata 60 Hari
Reaksi pemimpin Eropa dan Kanada
Menurut Tribunnews, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dukungan bagi gencatan energi yang nyata, di tengah harga solar yang mencapai 2,25 euro per liter. Macron menilai Rusia terus menolaknya dengan meningkatkan serangan ke infrastruktur Ukraina.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyatakan mendukung seruan Zelensky. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengkritik lebih keras kesepakatan Rusia-AS soal solar dan menilainya dapat menambah pendapatan Rusia untuk membiayai perang.
Latar belakang: ketegangan Trump-Zelensky
Pengumuman Trump muncul saat hubungan dengan Zelensky memanas akibat kesepakatan Rusia-AS mengenai pasokan solar. Menurut detikNews, kesepakatan itu mencakup rencana Moskow melepas solar dalam jumlah besar ke pasar global dengan imbalan pelonggaran sanksi sementara.
Zelensky menyebut keputusan itu lemah. Trump menilai serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia menyebabkan harga solar naik dan menyebut sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru. Sejak invasi pada Februari 2022, Rusia berulang kali menyerang infrastruktur energi Ukraina, sedangkan Ukraina menyerang kilang minyak Rusia.
Apa selanjutnya
Belum jelas kapan gencatan dimulai dan bagaimana pelaksanaannya. Kepastian bergantung pada tanggapan Moskow serta rincian yang ditunggu Kyiv dari pihak Amerika.



