Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memburuk pada Senin (12/10/2026). Data aplikasi IQAir menunjukkan indeks kualitas udara kota itu di level 167, yang dikategorikan tidak sehat. Pemerintah kota merespons dengan mengatur ulang kegiatan belajar di sekolah.
Penjelasan ini merangkum apa yang tercantum dalam laporan media tentang angka-angka tersebut, asal asapnya, dan langkah yang diambil pemerintah daerah.
Apa yang terjadi di Balikpapan
Selain IQAir, pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada hari yang sama juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Stasiun Sepinggan mencatat ISPU PM 2,5 di level 118, sedangkan Stasiun Balikpapan Baru mencatat 116.
Kompas.com melaporkan angka ISPU di Balikpapan menyentuh 113 dan masuk kategori tidak sehat. Ketiga sumber yang dirujuk tidak menjelaskan mengapa angkanya berbeda-beda, dan tidak merinci rentang angka tiap kategori.
Sumber-sumber tersebut menyebut kategori tidak sehat atau mengkhawatirkan untuk Balikpapan. Tidak ada yang menyebut kategori berbahaya. Laporan itu juga tidak memuat data untuk wilayah di Sumatra.
Dari mana asap berasal
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan karhutla di sekitar Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir membawa asap ke utara menuju Kaltim.
Menurut Huda, karhutla di Penajam Paser Utara dan Paser juga makin intens. Asap yang menumpuk itu bergerak makin tebal ke arah Balikpapan.
Huda menjelaskan bahwa kabut asap paling mengganggu lalu lintas dan kesehatan pada pagi hari. Suhu udara yang cenderung rendah membuat asap turun ke permukaan sehingga kabut makin pekat. Prakiraan beberapa hari ke depan menunjukkan potensi tutupan awan, tetapi menurut dia masih sulit berujung hujan.
Baca jugaGubernur Kalteng Agustiar Sabran Belum Usulkan Karhutla Jadi Bencana Nasional, PKB Terus Mendesak
Kebijakan sekolah dan kesehatan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan keputusan diambil lewat rapat koordinasi. Langkahnya mencakup pengurangan durasi pembelajaran serta penyesuaian atau pengunduran jam masuk sesuai kondisi udara.
Sekolah juga diminta menerapkan penggunaan masker, melarang kegiatan di luar kelas, dan menghentikan sementara kegiatan ekstrakurikuler. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup.
Irfan menegaskan langkah tersebut ditujukan untuk melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Di saat yang sama, kegiatan belajar mengajar diupayakan tetap berjalan.
“Kebijakan ini untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah”
— Irfan Taufik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan pemerintah kota juga mengkaji pembelajaran jarak jauh. Menurut dia, dinas kesehatan menilai kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sudah masuk kategori tinggi. Rapat melibatkan dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dan petugas program MBG.
Dalam laporan detikcom dan detikNews, kebijakan yang diumumkan Disdikbud berupa pembelajaran terbatas, bukan penuh jarak jauh. Laporan itu tidak memuat keputusan akhir soal pembelajaran jarak jauh.
Data kebakaran lahan di kota
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, menyebut ada 127 kejadian kebakaran lahan di kota itu sepanjang 2026 per 12 Oktober pukul 09.00 Wita. Total lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 81 hektare, atau 810.156 meter persegi. Lahan itu didominasi ilalang dan semak belukar.
Menurut Usman, kejadian meningkat signifikan sejak pertengahan tahun. Pada awal tahun tercatat 2 kejadian di Januari dan 1 kejadian di Februari. Juni mencatat 1 kejadian dan Juli 3 kejadian. Angkanya melonjak menjadi 40 kejadian pada Agustus dan 69 kejadian pada September. Sampai 12 Oktober tercatat 11 kejadian.
Berdasarkan sebaran per kecamatan, kejadian terbanyak ada di Balikpapan Timur dan paling sedikit di Balikpapan Barat:
- Balikpapan Timur: 50 kejadian
- Balikpapan Selatan: 31 kejadian
- Balikpapan Utara: 28 kejadian
- Balikpapan Tengah: 10 kejadian
- Balikpapan Barat: 8 kejadian
Mengapa ini penting
Menurut BMKG, kabut asap mengganggu lalu lintas dan kesehatan, terutama pada pagi hari. Gasali menyampaikan bahwa dinas kesehatan setempat sudah menilai kasus ISPA masuk kategori tinggi.
Dalam kebijakan Disdikbud, siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi pihak yang disebut hendak dilindungi. Pembatasan kegiatan di luar kelas dan penghentian sementara ekstrakurikuler merupakan bagian dari langkah antisipasi tersebut.
Prakiraan yang disampaikan BMKG
BMKG Stasiun Sepinggan menyebut asap dari karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Penajam Paser Utara, dan Paser bergerak ke utara menuju Balikpapan. Untuk beberapa hari ke depan, menurut Huda, ada potensi tutupan awan tetapi hujan masih sulit turun.



