Bek Persib Bandung, Gabriel Mutombo, diduga mengalami tindakan bernada rasisme dari pemain Port FC dalam laga perdana ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 di Stadion Thammasat, Thailand, Kamis (8/10/2026). Persib memenangi pertandingan itu dengan skor 3-1.

Dugaan tersebut disampaikan rekan setim Mutombo, Luka Menalo, seusai laga. Menalo mendesak penyelenggara ACC mengusut kasus ini dan menjatuhkan hukuman apabila dugaan itu terbukti.

Laga dihentikan wasit pada menit ke-58

Menurut VIVA, wasit sempat menghentikan pertandingan pada menit ke-58 setelah Mutombo mengeluhkan perbuatan tak terpuji dari pemain lawan. CNN Indonesia melaporkan laga terhenti selama beberapa menit karena insiden itu.

Laga tersebut merupakan pertandingan pembuka Persib di Grup B ACC 2026/2027. Pada menit ke-73, asisten pelatih Persib, Igor Tolic, menarik Mutombo keluar dan memasukkan Thom Haye. Pemain asal Prancis itu sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning.

Baca jugaPersib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Port FC 3-1 di Laga Perdana ASEAN Club Championship

Penjelasan Igor Tolic soal pergantian pemain

Tolic mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian yang dipersoalkan. Ia hanya melihat Mutombo tampak sedikit gugup dan tertekan sehingga memutuskan menggantinya, lalu menegaskan bahwa ia tidak mengetahui duduk perkara di lapangan.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, siapa yang mengatakan apa atau siapa yang melakukan apa”

— Igor Tolic, asisten pelatih Persib Bandung

Tolic juga menyebut alasan taktis. Karena Mutombo telah menerima kartu kuning, staf pelatih khawatir ia terpancing emosi dan mendapat kartu kuning kedua yang berujung pengusiran.

“Kami ingin menyelesaikan pertandingan dengan 11 pemain, jadi saya menggantinya”

— Igor Tolic, asisten pelatih Persib Bandung

Dukungan Luka Menalo dan desakan sanksi

Menalo, winger asal Bosnia-Herzegovina, mengatakan Mutombo menyampaikan kepadanya bahwa salah satu pemain Port FC melontarkan kata-kata bernada rasis. Menalo mengakui dirinya tidak berada cukup dekat sehingga tidak mendengar sendiri ucapan tersebut.

Meski begitu, ia menyatakan percaya sepenuhnya kepada rekannya. Menurut dia, hubungan antarpemain di tim sudah seperti keluarga sehingga setiap pemain harus saling melindungi.

“Dia tidak punya alasan untuk berbohong.”

— Luka Menalo, pemain Persib Bandung

Menalo menilai rasisme tidak boleh mendapat tempat dalam sepak bola, terlebih jika diarahkan kepada sesama pemain. Ia mengaku heran persoalan seperti ini masih dibicarakan pada 2026.

“Saya tidak percaya bahwa pada tahun 2026 kita masih harus membicarakan hal seperti ini.”

— Luka Menalo, pemain Persib Bandung

Status dugaan dan langkah selanjutnya

Dalam sumber yang tersedia, belum ada tanggapan dari Port FC maupun penyelenggara ACC. Identitas pemain yang dituduh belum disebutkan, dan isi ucapan yang dipersoalkan belum dijelaskan secara rinci.

Karena itu, peristiwa ini masih berstatus dugaan. Menalo meminta pihak berwenang menyelidikinya dan memberi hukuman bila kebenarannya terbukti.