Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga singkong di tingkat petani kini naik menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram, dari sebelumnya anjlok hingga Rp700 per kilogram. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu (28/10/2026), bersamaan dengan rencana pemerintah membuka ekspor tepung mocaf.

Berikut penjelasan tentang apa yang disampaikan Mentan, apa itu mocaf, mengapa pemerintah menekankan hilirisasi, serta hal-hal yang sampai kini belum dijelaskan.

Kronologi singkat: dari harga anjlok ke penghentian impor

Menurut penuturan Amran, persoalan bermula dari laporan bahwa harga singkong di tingkat petani jatuh hingga Rp700 per kilogram. Kondisi itu disebut merugikan petani, lalu disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Amran mengatakan pemerintah kemudian sepakat mengambil langkah tegas untuk melindungi petani domestik dan memperbaiki harga jual hasil panen. Langkah itu berupa penghentian impor singkong. Dalam keterangannya, ia menyebut harga di lapangan pada hari sebelumnya sudah mencapai Rp3.000 per kilogram.

Apa yang disampaikan Mentan soal harga singkong

Amran mengaitkan kenaikan harga dengan kebijakan penghentian impor yang diarahkan Presiden. Ia menyebut kebijakan itu diambil setelah pemerintah menerima laporan mengenai merosotnya harga yang merugikan petani.

“Harga singkong di tingkat petani yang sebelumnya anjlok hingga Rp700 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram.”

— Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian

Amran juga mengutip arahan Presiden saat persoalan ini disampaikan kepadanya. Menurut dia, langkah tersebut memberi ruang bagi hasil panen petani dalam negeri agar terserap pasar dengan harga yang lebih menguntungkan.

“Pak Menteri, umumkan hari ini. Mulai detik ini, hentikan impor dari negara lain,”

— Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto

Harga di Lampung dan Pringsewu

Lampung, yang dikenal sebagai sentra singkong, disebut ikut mengalami perbaikan harga. Mentan mengaku mendapat laporan bahwa harga di provinsi itu berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.

Dalam dialog dengan petani di Pringsewu pada Minggu (25/10), Amran menerima laporan yang lebih tinggi, yakni Rp3.050 per kilogram di tingkat petani. Ia menyimpulkan bahwa petani diuntungkan dan terdorong untuk berproduksi.

Menurut Amran, petani singkong menyambut gembira kabar kenaikan harga tersebut. Dengan tekanan produk impor yang berkurang, petani diharapkan memperoleh kepastian usaha yang lebih baik, sehingga punya alasan untuk mempertahankan dan menambah produksi.

Apa itu mocaf dan rencana ekspornya

Mocaf adalah singkatan dari modified cassava flour. Ini tepung dari singkong yang sifat-sifatnya diubah lewat proses pengolahan, sehingga kegunaannya lebih beragam.

Amran menyebut pemerintah ingin ekspor mocaf memperluas pasar sekaligus menambah nilai singkong. Ia berharap pengiriman ke luar negeri bisa dilakukan pekan depan. Namun, negara tujuan ekspor belum ia sebutkan.

“Bahkan minggu depan, insya Allah, ekspor ke luar negeri. Dari yang sebelumnya banyak impor, dalam waktu singkat kita berharap bisa menjadi ekspor,”

— Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian

Pernyataan tersebut menggambarkan arah yang diinginkan pemerintah: dari posisi yang sebelumnya banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri, menjadi pemasok produk olahan singkong bagi pasar luar. Amran menyatakan harapan itu dapat terwujud dalam waktu singkat.

Mengapa hilirisasi dianggap penting

Ulasan ANTARA menyebut singkong sebaiknya tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah. Bila diolah, singkong diharapkan memiliki nilai tambah, daya saing, dan jangkauan pasar yang lebih luas. Dengan cara itu, potensi ekonominya dapat berkembang melampaui penjualan hasil panen secara langsung.

Agar industri mocaf tumbuh, ada beberapa syarat yang disorot: pasokan bahan baku yang terus ada, standar mutu, kapasitas produksi, dan jaminan hasil panen terserap. Pemerintah berharap permintaan singkong lokal menguat sehingga pasar petani lebih stabil dan lapangan kerja di sentra produksi bertambah.

Hilirisasi juga dipandang berpeluang mempererat hubungan antara petani, industri pengolahan, dan pasar ekspor. Pemerintah berharap perlindungan pasar domestik yang dibarengi pengembangan industri hilir dan perluasan ekspor dapat membentuk ekosistem usaha singkong yang lebih sehat.

Yang belum dijelaskan

Angka Rp3.000 per kilogram merupakan keterangan Mentan berdasarkan laporan dari lapangan, dan sumber yang tersedia belum memuat data harga resmi lain untuk dibandingkan. Perbedaan kecil juga tampak antara laporan umum di Lampung dan laporan di Pringsewu.

Selain itu, negara tujuan, volume, serta jadwal pasti ekspor mocaf belum disampaikan. Sumber juga belum merinci mekanisme teknis penghentian impor, termasuk instansi pelaksana dan cakupan produknya, maupun tanggapan dari pelaku industri pengolahan.

Apa selanjutnya

Pemerintah menargetkan ekspor mocaf dapat terealisasi dalam waktu dekat. Perkembangannya, termasuk apakah harga di tingkat petani bertahan dan siapa pembeli di luar negeri, masih perlu menunggu keterangan lanjutan dari Kementerian Pertanian.

Bagi petani, yang paling dinantikan adalah kepastian bahwa harga yang membaik itu berlanjut dan hasil panen terus terserap. Menurut pemerintah, penghentian impor diharapkan bukan hanya melindungi petani dari tekanan harga, tetapi juga menjadi momentum membangun daya saing singkong Indonesia.