Harga cabai merah keriting di tingkat pedagang eceran nasional naik menjadi Rp92.800 per kilogram (kg) pada Rabu (28/10/2026), berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Menurut Liputan6, harga sehari sebelumnya Rp81.750 per kg. Bawang merah juga naik, sedangkan telur ayam ras turun.

Harga cabai dan bawang menurut PIHPS pada Rabu

Liputan6 melaporkan cabai rawit merah naik dari Rp94.700 ke Rp97.450 per kg dan cabai rawit hijau naik dari Rp74.150 ke Rp82.000 per kg. Cabai merah besar justru turun dari Rp68.200 ke Rp66.250 per kg.

Bawang merah naik dari Rp36.400 ke Rp39.450 per kg, dan bawang putih dari Rp37.400 ke Rp38.350 per kg. Katadata, yang mengutip data PIHPS pukul 09:02 WIB, mencatat angka harga yang sama untuk bawang merah dan bawang putih.

Telur, daging, beras, dan komoditas lain

Telur ayam turun dari Rp28.700 ke Rp28.350 per kg menurut Liputan6. Daging sapi turun dari Rp153.550 ke Rp149.300 per kg, sedangkan daging ayam tercatat Rp39.600 per kg.

Beras kualitas super I tercatat Rp18.000 per kg, medium I Rp17.100 per kg, dan bawah I Rp15.950 per kg. Minyak goreng curah dijual Rp19.750 dan gula pasir lokal sekitar Rp19.700 per kg. Liputan6 menyebut ketiga komoditas itu terpantau stabil.

Perbedaan data antarmedia

Kedua media berbeda dalam menggambarkan arah beberapa harga. Liputan6 menyebut cabai rawit merah naik dan daging ayam naik dari Rp38.600, sedangkan Katadata menyebut keduanya turun. Katadata juga menyebut bawang putih turun, sementara Liputan6 menyebutnya naik.

Katadata mencatat kenaikan cabai merah keriting sebesar 6,54 persen. Liputan6 menyebut harga pembandingnya Rp81.750 per kg. Sumber tidak menjelaskan basis perbandingan yang dipakai masing-masing.

Angka Rabu juga berbeda dengan data PIHPS yang dilansir ANTARA pada Selasa (27/10/2026) pukul 10.00 WIB. Saat itu cabai merah keriting tercatat Rp100.400 per kg, cabai rawit merah Rp111.600 per kg, dan bawang merah Rp43.850 per kg. Sumber tidak menjelaskan penyebab selisih tersebut.

Baca jugaMendagri Tito Karnavian Minta Bansos dan Operasi Pasar Berlanjut demi Jaga Harga Pangan Jelang Nataru

Latar: harga telur dan langkah pemerintah

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pangan, Senin (26/10/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut harga telur ayam di peternak Rp20.000-Rp21.000 per kg, sedangkan di konsumen Rp40.000-Rp45.000 per kg. Ia menilai kesenjangan itu sebagai anomali.

Pada Selasa (27/10/2026), Amran menyatakan harga telur di konsumen mulai turun setelah aparat penegak hukum menindak anomali distribusi, menurut VIVA.

Untuk peternak, pemerintah menyalurkan bungkil kedelai seharga Rp8.630 per kg, menurut Amran lebih rendah dari harga swasta Rp10.000-Rp12.000 per kg. Pemerintah juga menyalurkan jagung lewat skema SPHP Bulog.

Bapanas minta pemda ajukan stabilisasi cabai

Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta pemerintah daerah menyurati lembaga itu untuk stabilisasi pasokan dan harga cabai. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan hal itu menurut keterangan resmi Selasa (27/10/2026), seperti dikutip Liputan6.

Menurut Bapanas, harga cabai rawit merah 61,6 persen dan cabai merah keriting 43,03 persen di atas harga acuan penjualan. Lewat skema fasilitasi distribusi pangan, Bapanas membantu mengirim pangan dari wilayah surplus ke wilayah yang pasokannya menyusut.

Sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, Bapanas mencatat 11.822 kegiatan Gerakan Pangan Murah. Menurut Andriko, aksi serentak nasional akan digelar lagi pada awal Desember.