Kementerian Kehutanan menurunkan tiga tim untuk memerangi api yang melanda Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikannya dari Jakarta pada Jumat (16/10/2026).

Pekerjaan di lapangan bertumpu pada pemadaman api, pembukaan jalan, dan penyediaan air lewat sumur bor. Ketiganya dikerjakan bersamaan oleh kelompok petugas yang berbeda.

Pembagian tugas tiga tim karhutla

Menurut CNN Indonesia dan VIVA, tiga tim itu terdiri atas pembuka jalan, pembuat sumur bor, dan pemadam api. Raja Juli menyebut skema ini dirancang agar penanganan lebih cepat dan petugas pasti memperoleh akses serta air.

“Penanganan di lapangan saat ini difokuskan pada tiga pekerjaan utama, yakni pemadaman, pembukaan akses jalan, serta pembangunan sumur bor untuk mendukung ketersediaan air”

— Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan

Dengan pembagian itu, tiap kelompok memegang satu urusan. Tim pembuka jalan mengurus lintasan menuju lokasi, tim sumur bor menyiapkan pasokan air, sedangkan tim pemadaman menghadapi api secara langsung.

Akses jalan dan sumber air menuju Shelter Pesalat

Tim perintis jalan sudah membuka lintasan setapak sepanjang sekitar 1,8 kilometer ke Shelter Pesalat. Jalur ini diperlukan agar personel, peralatan, dan air lebih mudah dibawa ke area terbakar.

“Akses jalan sudah berhasil kita tembus sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kita juga menentukan titik-titik sumber air, penempatan flexible tank atau portable tank, serta sumur bor”

— Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan

Raja Juli bersama jajarannya menyusuri jalur baru itu dengan berjalan kaki dari Tanjung Harapan. Di sana ia melihat pembuatan embung yang akan menampung air untuk dialirkan ke titik api.

Tim juga menetapkan beberapa sumber air yang dihubungkan ke Shelter Pesalat, berikut tangki portabel dan jalur suplai air. VIVA melaporkan penentuan lokasi mempertimbangkan kebutuhan operasi pemadaman.

Titik-titik sumber air tersebut tersebar di sejumlah lokasi, dan masing-masing mengarah ke Shelter Pesalat. Selain embung dan tangki, sumur bor disiapkan untuk menopang kebutuhan air selama operasi berlangsung.

Baca jugaRencana Tambah 70.000 Polisi Hutan di Tengah Karhutla: DPR Pertanyakan Pendekatan Tanpa Satelit

Pemasangan pompa dan langkah selanjutnya

Hingga malam, petugas masih memasang mesin pompa air. Raja Juli meminta pekerjaan itu rampung malam tersebut agar pompa siap dipakai memadamkan api keesokan harinya.

“Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai”

— Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan

Pemasangan dibagi ke dalam dua tim. Menurut Raja Juli, ia dan rombongan memilih bermalam di lokasi supaya dapat memastikan seluruh pompa benar-benar terpasang.

Menhut berjanji upaya di Tanjung Puting berlanjut dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Menurut CNN Indonesia, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan pihak terkait lain masih bekerja di lokasi untuk menjinakkan api dan menjaga kawasan konservasi itu.

Sumber yang dikutip tidak menyebut luas area terbakar maupun jumlah personel yang diterjunkan. Informasi yang tersedia baru mencakup pembagian tim, pembukaan jalur, dan persiapan penyediaan air.