Kelompok Houthi menembakkan rudal ke kompleks Istana Kepresidenan Al-Maashiq di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, pada Kamis (15/10/2026). Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan serangan itu menewaskan lima orang. Perdana menteri dan anggota kabinet dilaporkan selamat.
Kronologi serangan dan jumlah korban
Menurut Reuters yang dikutip CNN Indonesia, sejumlah saksi mendengar ledakan keras di dekat istana. Seorang jurnalis AFP melihat asap mengepul, dan warga Aden melaporkan suara ledakan selama serangan berlangsung.
Menteri Kesehatan Yaman Qasim Buhaibeh menyebut serangan itu menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya. Korban terdiri dari petugas penjaga lokasi dan pegawai sipil.
Angka berbeda dimuat CNBC Indonesia yang mengutip Asharq Al Awsat: sedikitnya dua orang tewas dan enam lainnya luka. Media itu juga menyebut setidaknya enam ledakan terjadi, dua di puncak bukit dekat istana dan dua lainnya di dekat gerbang keamanan. Okezone, yang mengutip Aljazeera, menyebut dua pengawal perdana menteri tewas.
Menurut seorang menteri Yaman yang tidak mau disebut namanya, serangan menghantam pusat komando di dalam kompleks yang digunakan pasukan pemerintah dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi. JPNN melaporkan, Houthi menembakkan tiga rudal ke pusat komando pasukan pemerintah dan dua rudal ke pusat komando koalisi.
Klaim Houthi dan tanggapan pemerintah Yaman
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengeklaim kelompoknya menyerang apa yang ia sebut ruang operasi perang Saudi. Ia menyatakan kehadiran militer atau ekonomi Arab Saudi di Yaman menjadi target sah. Menurut CNN Indonesia, Houthi juga mengeklaim lokasi itu dijalankan perwira Saudi dan menyimpan gudang senjata.
Menteri Informasi Yaman Moammar al-Eryani memastikan perdana menteri dan para menteri selamat. Kabinet menyebut serangan memakai rudal dan pesawat nirawak. Perdana menteri mengecam serangan itu sebagai aksi teror dan menegaskan operasi militer berlanjut sampai seluruh wilayah Yaman bebas dari kendali Houthi. Okezone menyebut para pejabat menggambarkan serangan itu sebagai upaya pembunuhan.
Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan, Rashad Al Alimi, menghubungi para menteri setelah serangan. Ia menyebut pengeboman istana sebagai perpanjangan taktik teror Houthi terhadap bandara, fasilitas minyak, dan objek sipil.
“Saya menginstruksikan otoritas militer dan keamanan terkait untuk mengambil tindakan tegas guna melindungi institusi negara dan merespons sumber ancaman,”
— Rashad Al Alimi, Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman
Kabinet juga mendesak PBB dan komunitas internasional menekan Houthi agar berhenti menargetkan warga sipil. Menurut pejabat pemerintah yang dikutip CNBC Indonesia, sebagian besar pemimpin Yaman tidak lagi menggelar pertemuan tetap di dalam istana untuk mengantisipasi ancaman semacam itu.
Latar belakang eskalasi perang saudara
Menurut CNN Indonesia, serangan ini merupakan yang pertama dalam konflik saat ini yang menyasar Istana Al-Maashiq. JPNN menyebut ini serangan pertama ke kompleks itu sejak perang saudara kembali berkobar pada Juli. CNN Indonesia menulis pertempuran pecah lagi bulan lalu, sehingga kedua media berbeda soal waktu mulainya.
CNN Indonesia mencatat perang Yaman bermula pada 2014 saat Houthi merebut Sanaa dan memaksa pemerintah mundur ke selatan. Intervensi militer pimpinan Saudi berujung kebuntuan, lalu tercapai gencatan senjata pada 2022 yang bertahan hingga tahun ini. Pekan lalu, pasukan Yaman melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan Houthi telah berupaya menyerang puluhan lokasi di Arab Saudi, termasuk bandara, pelabuhan, dan instalasi minyak.
JPNN melaporkan Houthi menguasai wilayah luas di pesisir Laut Merah Yaman dalam beberapa pekan terakhir. Serangan balik pemerintah dengan dukungan udara Saudi belum berhasil membalikkan keadaan.
Dampak kemanusiaan di Taiz
CNBC Indonesia melaporkan Taiz menjadi pusat krisis terparah karena dikepung Houthi. Warga kota itu mulai kehabisan kebutuhan pokok dan pompa bensin kosong. Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan pihaknya tidak dapat lagi menjangkau lebih dari 600.000 orang di Taiz yang bergantung pada bantuan.
Kementerian Kesehatan mengumumkan 120 orang tewas dan 307 lainnya luka dalam pertempuran hingga 5 Oktober, terutama di Taiz, Saada, dan Jawf. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyebut Taiz menanggung beban korban tertinggi.



