Polri mengerahkan 200 personel tambahan dari Pasbrimob I Korbrimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Penugasan dilakukan lewat skema bantuan kendali operasi (BKO), menurut keterangan Polri di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Rincian pengerahan personel Brimob ke Sumsel

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut penambahan ini sebagai komitmen Polri agar penanganan karhutla berjalan optimal lewat penguatan kemampuan operasional di daerah. Pasukan diberangkatkan pada Kamis (15/10).

Dari 200 personel itu, 100 orang berangkat lewat jalur darat dari Lampung, sedangkan 100 lainnya dari Sumatera Utara lewat jalur udara. Penguatan ini melanjutkan upaya Polda Sumatera Selatan lewat Operasi Aman Nusa II.

“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan langkah yang terukur. Karena itu, Polri memperkuat personel di Sumatera Selatan melalui penambahan pasukan Brimob dari Korbrimob Polri.”

— Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri

Menurut detikNews, tambahan pasukan ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan langkah pencegahan, pengawasan kawasan rawan, dan pemadaman api di lokasi, berdampingan dengan petugas gabungan yang sudah siaga. Polri berharap dampak kebakaran bagi masyarakat dan lingkungan dapat ditekan.

Peralatan dan wilayah prioritas penanganan karhutla

Polri juga membekali pasukan dengan kendaraan khusus, perangkat komunikasi, dan drone untuk memantau titik panas. Perlengkapan lain mencakup mesin pompa air, peralatan SAR, APD, dan logistik kesehatan. Menurut detikNews, semua itu disiapkan untuk menghadapi medan gambut dan area yang sulit dijangkau.

Berdasarkan pemetaan Polda Sumsel, pasukan BKO akan memperkuat wilayah prioritas rawan karhutla, yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir.

Tugas di lapangan mencakup patroli untuk mencegah kebakaran, pendeteksian awal titik api, pemadaman langsung, serta penindakan hukum bagi siapa pun yang membakar lahan secara ilegal.

Baca jugaBNPB Klaim Uji Coba Dry Ice di Sumsel Naikkan Jarak Pandang dari 650 Meter ke 2,8 Km

Titik panas di Sumsel dan imbauan kepada warga

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyampaikan, data Sipongi mencatat 1.818 titik panas harian pada Kamis (15/10). Titik terbanyak berada di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Titik panas tersebut terpantau di 14 kabupaten/kota, dengan 1.131 titik di lahan gambut dan 687 titik di lahan mineral. Ogan Komering Ilir mencatat titik panas lahan gambut terbanyak. Data itu menunjukkan jumlah titik panas di Sumsel kembali melonjak.

Trunoyudo menegaskan penanggulangan karhutla memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari aparat di lapangan, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat. Ia menyebut penambahan personel bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari penguatan upaya yang telah berjalan.

Polri mengimbau warga dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Bila warga mendapati titik api atau kegiatan yang bisa memicu kebakaran, mereka diminta segera melapor ke petugas atau pos kepolisian terdekat agar penanganan dini bisa dilakukan.

“Informasi yang disampaikan sejak dini dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan penanganan sebelum api meluas”

— Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri