Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri tetap ditransfer langsung ke rekening masing-masing, bukan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).
Menurut CNN Indonesia, penegasan tersebut muncul setelah Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengusulkan agar gaji PNS disalurkan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pembayaran gaji langsung dari kas negara
Suahasil menjelaskan, idealnya pembayaran gaji dilakukan dari rekening kas umum negara langsung ke rekening pegawai. Skema itu berlaku bagi PNS, TNI, dan Polri.
“Kementerian Keuangan mentransfer gaji langsung kepada rekening dari PNS, TNI, Polri”
— Suahasil Nazara, Menteri Keuangan
Ia mengatakan Kemenkeu memiliki daftar nama seluruh PNS, anggota TNI, dan anggota Polri beserta nomor rekening dan bank tujuannya. Menurut Suahasil, data itu menjadi penopang metode pembayaran langsung.
Tunjangan guru dan bantuan sosial
Suahasil menyebut tunjangan guru juga dibayarkan langsung dari kas negara. Tunjangan kinerja guru yang masih berstatus pegawai daerah pun, katanya, tidak disalurkan lewat Kopdes Merah Putih.
Bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan juga sudah ditransfer langsung ke penerima. Berbeda dengan data gaji, data penerima bansos berasal dari Kementerian Sosial, yang memberikan informasi seperti nomor rekening. Kemenkeu kemudian mentransfernya secara rutin, menurut CNN Indonesia.
Suahasil menamai skema ini government-to-persons payment atau G2P payment. Pemerintah, ujarnya, akan terus mendorong operasi perbendaharaan negara agar semakin modern.
Ia mengakui masih ada pembayaran yang belum ditransfer langsung. Menurut Katadata, pemerintah tengah mengupayakan agar pembayaran itu kelak juga memakai rekening perbankan.
Tanggapan pejabat lain dan pembukaan rekening massal
Sebelumnya, Menteri PAN-RB Rini Widyantini mengatakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10), bahwa ASN harus menerima hak secara mudah dan transparan. Ia menyatakan tidak menilai penyaluran lewat Kopdes akan mempersulit, tetapi menyebut penggajian saat ini sudah mudah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai gagasan gaji PNS lewat Kopdes baru sebatas opsi atau wacana yang perlu banyak dikaji. Menurut dia, selama ini penggajian sudah melalui perbankan, sehingga alurnya jangan dipersulit.
Suahasil menambahkan, pemerintah juga mendorong setiap warga negara memiliki rekening, tidak hanya ASN. Upaya itu berupa wacana pembukaan rekening massal yang ditargetkan menyasar sekitar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1-4, menurut Katadata.



