Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkapkan satu kendala dalam menangani penipuan daring atau online scam lintas negara, yakni sulitnya mengidentifikasi korban. Ia menyampaikannya seusai pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter-Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Indonesia dan Australia. Selain kedua negara itu, hadir enam negara lain: Brunei Darussalam, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Kendala identifikasi korban dan penyidikan antarnegara
Dudung menjelaskan bahwa praktik online scam yang berlangsung di beberapa negara, antara lain Myanmar dan Kamboja, ikut dibicarakan dalam forum itu. Menurut dia, kejahatan tersebut juga memiliki kaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Indonesia turut menekankan pentingnya memperbaiki penyidikan yang melibatkan banyak negara. Dudung menyebut penanganan kasus semacam ini memerlukan komunikasi dan pertukaran informasi antarpihak, sekaligus demi menjamin perlindungan bagi warga negara masing-masing.
“Karena banyak sekali informasi-informasi yang sulit untuk mengidentifikasi korban, termasuk kita juga minat tentang bagaimana kita tingkatkan proses penyidikan antarnegara,”
— Dudung Abdurachman, Menko Polkam
Kesepakatan komunikasi dan pendekatan persuasif
Dudung mengatakan forum itu membahas langkah konkret supaya negara-negara terkait bisa saling berhubungan ketika kejahatan lintas negara terjadi. Menurut dia, para peserta bersepakat berkomunikasi secara baik dan persuasif untuk mencari jalan keluar bila kasus serupa muncul.
“Online scam, jadi belum ada tekanan-tekanan secara prinsip baik dari Australia maupun Indonesia. Kita menyampaikan saja imbauan, informasi kepada negara-negara yang saat ini melakukan online scam tersebut,”
— Dudung Abdurachman, Menko Polkam
Artinya, Jakarta dan Canberra untuk sementara belum merencanakan tekanan khusus terhadap negara tempat aktivitas online scam berlangsung. Langkah yang diambil sekarang baru sebatas menyampaikan imbauan serta informasi kepada pihak-pihak tersebut.
Komitmen Australia dan agenda lain pertemuan
Menteri Dalam Negeri Australia Anthony Stephen Burke mengatakan pertemuan itu memperkuat tekad negara peserta untuk bekerja sama menghadapi scam center. Burke menggambarkan lokasi-lokasi tersebut sebagai sumber penderitaan dan eksploitasi.
Menurut Burke, seluruh negara yang hadir sepakat menggalang upaya bersama agar operasi pusat penipuan itu dapat dihentikan.
“Kita semua yang hadir di meja ini berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dan melakukan segala upaya agar pusat-pusat penipuan tersebut tidak lagi dapat beroperasi,”
— Anthony Stephen Burke, Menteri Dalam Negeri Australia
Isu lain yang dibahas
Di luar online scam, SRM ke-7 turut mengangkat isu terorisme, kejahatan transnasional, keamanan maritim, migrasi ireguler, dan keamanan siber. Ragam topik itu menunjukkan luasnya cakupan kerja sama keamanan yang digarap bersama oleh delapan negara peserta.
Pernyataan Dudung dan Burke sama-sama menempatkan komunikasi serta kerja sama antarnegara sebagai kunci. Dudung menekankan pertukaran informasi dan penyidikan lintas negara, sedangkan Burke menegaskan tekad bersama agar pusat penipuan tidak lagi beroperasi.



