PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah 39 perjalanan kereta api jarak jauh mulai 1 Desember 2026 melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Dengan penambahan tersebut, kapasitas angkut naik hingga 7.000 kursi per hari.

Isi Gapeka 2026: kapasitas naik dan layanan aglomerasi

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut kenaikan kapasitas ditopang optimalisasi sarana, prasarana, dan operasional perjalanan. Menurut dia, Gapeka 2026 bertujuan menambah kapasitas angkut, mengembangkan layanan di kawasan aglomerasi, dan menaikkan jumlah penumpang kereta antarkota dalam provinsi.

Selain tambahan perjalanan, KAI memperluas layanan naik dan turun penumpang di sejumlah stasiun yang terhubung dengan Commuter Line. KAI juga mengoperasikan KA Pandawa pulang pergi.

Apa artinya bagi penumpang di Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang

Kereta jarak jauh akan menambah layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang. Rinciannya, Jatinegara mendapat dua tambahan kereta, Bekasi tiga, dan Cikarang enam.

KAI mencatat kebutuhan layanan di Jatinegara meningkat 11 persen, di Bekasi hampir 10 persen, dan di Cikarang hampir 4 persen. Ketiga stasiun itu terhubung dengan KRL, sehingga bisa menjadi alternatif akses menuju kereta jarak jauh.

“Kita melihat juga Jatinegara, Bekasi, Cikarang ada peningkatan kebutuhan orang naik kereta dari stasiun ini yang terkoneksi dengan KRL. Sehingga yang dari Cikarang dan Bekasi tidak perlu ke Pasar Senen atau Gambir,”

— Anne Purba, VP Corporate Communication KAI

Soal durasi perjalanan, Anne mengatakan KAI mengupayakan tambahan waktu tempuh akibat pemberhentian di tiga stasiun tersebut tetap di bawah 10 menit. Itu merupakan upaya, bukan jaminan untuk semua kereta.

Baca jugaKRL Yogyakarta-Palur Layani 15 Perjalanan Sehari pada 2–8 November 2026, Tarif Rp8.000

KA Pandawa dan peluang kereta antarkota

KA Pandawa disiapkan untuk perjalanan antara Semarang Tawang, Solo Balapan, dan Yogyakarta pulang pergi. Menurut Anne, KAI melihat kebutuhan angkutan dalam kota dan aglomerasi meningkat sangat drastis.

Anne menambahkan, di luar Jakarta dan Yogyakarta belum ada listrik aliran atas. Karena itu, pengembangan aglomerasi dan kereta antarkota dalam provinsi dipandang KAI sebagai potensi dalam Gapeka tahun ini.

Catatan dari analisis Feedberry yang belum dikonfirmasi KAI

Feedberry, yang analisisnya dibuat sistem AI dari sumber berita publik, menulis hal-hal berikut. KAI disebut memproyeksikan pertambahan pengguna kereta sekitar 8 sampai 12 persen per tahun. Disebut pula ada puluhan perjalanan dengan waktu tempuh terpangkas hingga 90 menit. Angka-angka ini bukan pernyataan resmi KAI dalam sumber lain yang kami rujuk dan belum dikonfirmasi KAI.

Analisis itu juga menyebut KA Sangkuriang menambah enam stasiun pemberhentian. Waktu tempuh pada satu arah disebut bisa bertambah 50 menit, sedangkan arah sebaliknya hampir 50 menit lebih singkat. Menurut Feedberry, batas tambahan 10 menit berlaku bila tidak ada penambahan stasiun. Jadi, pada kereta dengan banyak pemberhentian baru, durasi bisa berbeda dari batas tersebut. Kami belum memperoleh konfirmasi KAI soal ini, dan jadwal per kereta belum dimuat di sumber yang kami rujuk.