BMKG Juanda Sidoarjo merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk 21 kabupaten/kota di Jawa Timur pada 2–9 November 2026, dengan risiko banjir, longsor, angin kencang, dan hujan es.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut sekitar 240 warga di tiga kawasan perumahan Arosuka terdampak banjir bandang. Pemkab membersihkan lumpur, menyiapkan dapur umum, dan akan mengevaluasi perizinan AMDAL kawasan.
Mendagri Tito Karnavian menyebut Kabupaten Solok sebagai contoh wilayah yang kembali dilanda bencana usai masa tanggap darurat berakhir, disampaikan dalam rapat koordinasi yang juga membahas anggaran rehabilitasi Rp100,1 triliun untuk tiga provinsi Sumatera periode 2026-2028.
BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 mulai masuk pada November 2026 di sebagian wilayah, sementara secara terpisah menyebut 61,08 persen luas daratan Indonesia mundur dari rata-rata normal 1991-2020, dengan durasi lebih pendek dan intens.