Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan penanganan lanjutan berupa pemulihan sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, setelah masa tanggap darurat berakhir. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan hal itu di Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu.
Bencana ini bermula ketika banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9) malam sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu dari dua warga yang sempat dilaporkan hilang telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan hingga Selasa (22/9) petang.
Kemensos fokus pada pemulihan pascadarurat
Gus Ipul menjelaskan bahwa selama masa kedaruratan, Kemensos telah menjalankan tugas sesuai arahan Presiden dengan menyediakan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Ia menyebut lembaganya bekerja bersama pihak terkait, sedangkan koordinasi kebencanaan tetap mengacu pada penanganan yang dilakukan BNPB.
“Kementerian Sosial ditugaskan untuk membantu pada saat kedaruratan dengan dapur umum, dengan logistik yang ada di Kementerian Sosial”
— Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial
Bantuan hunian bagi rumah rusak
Setelah kondisi darurat selesai, Gus Ipul mengatakan Kemensos akan melanjutkan penanganan dengan pendekatan pemulihan sosial-ekonomi, termasuk kemungkinan bantuan hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kalau misalnya ada rumah yang rusak, itu kita bantu untuk memberi hunian bantuan”
— Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial
Gus Ipul menambahkan bahwa penyaluran bantuan Kemensos didasarkan pada data warga terdampak yang dihimpun di lapangan, sehingga bentuk bantuan bisa berbeda sesuai kondisi penerima. Ia menyebut penyaluran bantuan tersebut berlaku untuk berbagai wilayah terdampak bencana, bukan hanya Solok.
“Jadi Kementerian Sosial terus menyalurkan berdasarkan data-data yang ada di Sumatera, di NTT, dan juga di berbagai daerah lain”
— Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial
Baca jugaMendagri Ungkap Solok Ikut Dilanda Bencana Susulan di Tengah Rehabilitasi Rp100,1 Triliun Sumatera
Kondisi terbaru korban dan pengungsi
Selain korban meninggal dan yang masih dicari, bencana ini melukai sejumlah warga lainnya. Berdasarkan data yang disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga lainnya luka ringan.
Banjir bandang tersebut berdampak pada sekitar 100 rumah warga, sementara BPBD Kabupaten Solok mencatat 11 kantor pemerintahan turut rusak di kawasan Arosuka, pusat perkantoran Kabupaten Solok.
Soal jumlah pengungsi, BPBD Kabupaten Solok mencatat sembilan keluarga atau 32 jiwa mengungsi, meski Berton sebelumnya menyebut sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian; perbedaan angka itu merupakan bagian dari proses pendataan yang masih berjalan. Terkait lokasi pengungsian juga terdapat perbedaan antarsumber: data BPBD Kabupaten Solok menyebut warga mengungsi di dua lokasi sementara, sedangkan catatan lain menyebutkan pengungsian tersebar di tiga titik, yakni Polres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Kerusakan turut dialami puluhan kendaraan serta akses jalan di sekitar kompleks perkantoran pemerintah kabupaten yang tertimbun lumpur dan material kayu bekas terjangan banjir.
Apa selanjutnya
Tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan, sembari melanjutkan evakuasi dan pembersihan material di lokasi terdampak. Kemensos menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan pemulihan sosial-ekonomi bagi warga Solok dapat disalurkan sesuai kebutuhan dan perkembangan data di lapangan.

