Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 01 Tambora, Jakarta Barat, yang bangunannya ambruk telah masuk rencana revitalisasi Pemprov DKI. Hal itu disampaikannya kepada media di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).

Menurut Pramono, perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED) untuk revitalisasi sekolah itu sudah masuk. Ia berharap pekerjaan perbaikan bisa dimulai tahun depan.

Kondisi bangunan dan pemindahan kegiatan belajar

Liputan6 melaporkan bangunan TK tersebut ambruk sejak lima tahun lalu. Okezone menulis TK itu dilaporkan telah ambruk selama lima tahun dan berada dalam satu gerbang dengan sebuah SMP negeri.

Pramono mengonfirmasi kondisi bangunan tidak layak dipakai untuk belajar mengajar. Karena itu, kegiatan TK dipindahkan sementara ke area SMP di lokasi yang sama. Menurut dia, setelah pemindahan itu proses belajar kini berjalan dengan baik.

Ada perbedaan penyebutan nama sekolah penampung. Liputan6 mengutip Pramono menyebut SMP 32, sedangkan Okezone menyebut SMP Negeri 63 Jakarta. Redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai nomor yang benar.

“Mudah-mudahan bisa diawali tahun depan untuk melakukan perbaikan pembangunan yang ada”

— Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta

Prioritas DED untuk TK Tambora

Pramono mengatakan telah meminta Kepala Dinas Pendidikan memprioritaskan penyelesaian DED untuk TK tersebut, agar pembangunan dapat dikerjakan pada 2027. Menurut Okezone, instruksi itu ditujukan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pemprov DKI belum menyebut jadwal rinci ataupun anggaran khusus untuk revitalisasi TK Negeri 01 Tambora dalam keterangan yang dikutip kedua media. Target yang disampaikan gubernur adalah penyelesaian DED dan dimulainya perbaikan pada tahun depan.

Latar: program revitalisasi 19 sekolah tahun lalu

Sebagai latar, Liputan6 juga mengutip pernyataan Pramono dalam konferensi pers terpisah pada Senin (12/10/2026), sebelum keterangan soal TK Tambora. Pernyataan itu berkaitan dengan program revitalisasi 19 sekolah di Jakarta tahun lalu, bukan TK Negeri 01 Tambora.

Dalam konferensi pers tersebut, Pramono menyebut 16 dari 19 sekolah telah selesai diperbaiki dan tiga lainnya belum rampung, yakni SD Negeri 1 Cipete Utara, SD Negeri Setiabudi 01, dan SMK 37. Menurut dia, dua di antaranya sudah memasuki tahap finalisasi dengan kekurangan di bawah 1%, tetapi belum digunakan.

Pramono juga menyebut anggaran revitalisasi 19 gedung sekolah itu didukung penuh DPRD DKI Jakarta, dengan total biaya 876,79 miliar rupiah. Ia menambahkan akan kembali mengecek pelaksanaan groundbreaking di sejumlah sekolah lain.

Apa selanjutnya

Untuk sementara, anak-anak TK tetap belajar di area SMP yang menampung mereka, sembari menunggu proses perencanaan dan pembangunan berjalan. Gubernur meminta jajaran dinas terkait memprioritaskan penyelesaian perencanaan teknis agar pembangunan bisa dikerjakan tahun depan.