Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), tetapi kemudian berbalik menguat. Menurut VIVA, indeks dibuka di level 5.357,97 dan bergerak ke 5.409,62 pada sekitar pukul 09.15 WIB.

Pergerakan IHSG dari pembukaan hingga pukul 09.15 WIB

VIVA mencatat IHSG dibuka turun 15,13 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.373,09. Sekitar pukul 09.15 WIB, indeks tercatat naik 36,52 poin atau 0,68 persen. Pada awal sesi, IHSG bergerak di kisaran 5.356 hingga 5.410.

Okezone melaporkan satu menit setelah pembukaan IHSG masih melemah 0,07 persen ke 5.369. VIVA mengingatkan penguatan tersebut belum menggambarkan arah indeks hingga penutupan karena transaksi masih berlangsung.

Menurut Okezone dan iNews, pada perdagangan awal sebanyak 300 saham menguat, 147 melemah, dan 516 stagnan. Keduanya mencatat nilai transaksi Rp743 miliar dengan volume 262 juta saham. Data VIVA berbeda, yakni 4,94 juta lot dengan nilai Rp168,18 miliar. Sumber-sumber tersebut tidak menjelaskan alasan perbedaan itu.

Indeks sektoral dan saham penggerak

Okezone dan iNews mencatat sektor energi, barang konsumen primer, barang konsumen nonprimer, bahan baku, transportasi, industri, dan kesehatan berada di zona hijau. Sektor keuangan, infrastruktur, properti, dan teknologi berada di zona merah.

Indeks LQ45 melemah 0,18 persen ke 541 menurut Okezone dan iNews, sedangkan VIVA mencatat LQ45 dibuka turun 0,10 persen ke 540,68. Menurut dua media pertama, JII menguat 0,27 persen ke 317, MNC36 turun 0,30 persen ke 238, dan IDX30 melemah 0,32 persen ke 303.

Tiga saham dengan kenaikan terbesar adalah Platinum Wahab Nusantara (TGUK), Ancora Indonesia Resources (OKAS), dan Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF. Tiga saham dengan penurunan terbesar adalah Bumi Teknokultura Unggul (BTEK), Alakasa Industrindo (ALKA), dan Abadi Lestari Indonesia (RLCO).

Baca jugaBEI Catat Sembilan Perusahaan Antre IPO dan 25 Emisi Obligasi Masuk Pipeline hingga 23 Oktober 2026

Sentimen global yang dicermati investor

VIVA menyebut penguatan Wall Street diharapkan menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia. Di sisi lain, investor mencermati konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen global melalui harga minyak dan risiko gangguan pasokan energi.

Menurut VIVA, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dilaporkan bertemu pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026) untuk membahas upaya meredakan konflik. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi serta ancaman serangan baru dari Amerika Serikat.

Latar: pembukaan Senin dan agenda bank sentral

Sehari sebelumnya, Senin (26/10/2026), VIVA melaporkan IHSG dibuka menguat 0,06 persen di 5.442,30 dari penutupan Jumat di 5.439,26. Dibandingkan angka itu, pembukaan Selasa berada di level lebih rendah.

Pekan ini investor juga menanti keputusan tujuh bank sentral. Menurut VIVA, Federal Reserve AS dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB, disusul konferensi pers pukul 01.30 WIB. Arah kebijakan moneter global berpengaruh pada dolar AS, rupiah, dan arus modal asing ke negara berkembang.

Catatan redaksi: berita ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.