Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali turun pada Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan laman Logam Mulia yang dipantau ANTARA pukul 09.00 WIB di Jakarta, harga emas Antam turun Rp20.000 menjadi Rp2.526.000 per gram dari sebelumnya Rp2.546.000.

Harga pembelian kembali (buyback) turun lebih besar, yakni Rp65.000, menjadi Rp2.276.000 per gram dari Rp2.341.000, menurut Okezone, Liputan6, dan ANTARA.

Harga emas Antam dan buyback hari ini

Liputan6 mencatat penurunan hari ini terjadi setelah harga susut Rp13.000 pada perdagangan sebelumnya. ANTARA menyebut harga emas Antam terus melemah sejak Kamis (29/10/2026).

Sebagai latar, iNews melaporkan harga emas Antam pada Kamis (29/10/2026) berada di Rp2.559.000 per gram, dengan buyback Rp2.354.000 per gram. Dibandingkan angka itu, harga Sabtu ini lebih rendah pada kedua kategori.

Liputan6 juga mencatat harga emas Antam pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa Rp3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026), dengan buyback Rp2.989.000 per gram. Menurut Liputan6, pergerakan harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tren pasar dan harga emas dunia.

Rincian harga emas Antam per berat

Okezone merinci harga emas Antam Sabtu (31/10/2026) untuk sejumlah ukuran batangan:

  • 0,5 gram: Rp1.313.000
  • 1 gram: Rp2.526.000
  • 5 gram: Rp12.405.000
  • 10 gram: Rp24.755.000
  • 100 gram: Rp246.812.000

Ketentuan pajak transaksi emas Antam

Menurut ANTARA dan Liputan6, pembelian emas Antam dikenai PPh 0,25 persen dari harga dasar di laman resmi. Transaksi buyback bernilai di atas Rp10 juta dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Okezone menambahkan, pelanggan yang tidak memiliki NPWP dikenai tarif 3 persen untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta.

Latar: emas dunia di level terendah setahun

Liputan6 yang mengutip CNBC melaporkan, emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons pada Jumat (30/10/2026) waktu AS, terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 2,8% ke US$ 3.919,60 per ons, dan emas turun 5,9% sepanjang Oktober.

Perak spot turun 5,8% ke US$ 49,34 per ons. Menurut laporan itu, kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi memperkuat harapan bahwa suku bunga AS tetap tinggi, sehingga menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Peter Grant, wakil presiden sekaligus pakar strategi logam senior di Zaner Metals, mengatakan sinyal bank sentral utama menunjukkan suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama. Analis Commerzbank menilai penurunan tersebut berlebihan.

“Kami menilai penurunan harga logam mulia ini berlebihan dan tetap memperkirakan akan terjadi pemulihan”

— Analis Commerzbank