Empat Sekolah Rakyat meraih penghargaan Penyelenggara Sekolah Rakyat Terbaik dalam Mandaya Awards 2026 yang diberikan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan diserahkan di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Keempat sekolah itu adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, dan SRT 1 Kabupaten Bogor, yang ketiganya berjenjang SMA. Satu lagi adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat.

Apa itu Mandaya Awards 2026

Mandaya Awards merupakan apresiasi bagi berbagai pihak yang dianggap memberi sumbangsih konkret pada pemberdayaan masyarakat. Penerimanya bisa pemerintah daerah, kampus, pesantren, perusahaan, maupun kelompok masyarakat. Tahun ini adalah penyelenggaraan kedua dan diikuti lebih dari 2.146 peserta, dengan keterlibatan 1.245 mahasiswa dalam 415 tim.

Ada delapan kategori penghargaan tahun ini, yakni pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa, lalu pesantren, perguruan tinggi, penggerak pemberdayaan, badan usaha, serta Sekolah Rakyat.

Pernyataan Menko PM soal kemiskinan

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan membutuhkan keterlibatan kepala desa, dosen, mahasiswa, pengusaha, hingga pimpinan pesantren.

“Bukan yang paling besar lembaganya, juga bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan adalah siapa yang dampaknya nyata dan dibuktikan”

— Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Ia menyebut data BPS 2026 menunjukkan tingkat kemiskinan turun dari 8,57% menjadi 8,07%. Kemiskinan ekstrem, katanya, turun dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa.

Muhaimin juga mengatakan pemerintah mengoordinasikan program pemberdayaan di bidang pendidikan, pembiayaan usaha, dan pendampingan desa. Salah satunya Sekolah Rakyat, yang menurutnya kini diikuti 44.200 anak. Ia mengaku melihat perubahan pada para murid dibandingkan enam bulan lalu.

Baca jugaSeskab Teddy Indra Wijaya: 265 Sekolah Rakyat Berdiri di 131 Kabupaten/Kota hingga Oktober 2026

Orang tua murid juga dibekali kemampuan baru lewat Program LAKSMI. Pemberdayaan diharapkan berlangsung dalam satu kesatuan keluarga: anak mendapat akses pendidikan, sementara orang tua didorong lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

Program pemberdayaan di empat sekolah

Kepala SRT 1 Takalar, M. Jufrianto, mengatakan sekolahnya menggelar pelatihan membuat kerupuk dan makanan ringan bagi orang tua murid bersama Sentra Pangurangi Takalar. Bahan dan alat disediakan pihak sentra. Menurutnya, ada orang tua yang kini menjual hasilnya di warung sendiri.

Di SRT 1 Bogor, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Haris menyebut siswa dilatih vokasi dari hulu ke hilir, mulai penyiapan bahan baku, pengemasan, hingga pemasaran. Programnya mencakup Lelepreuner, yaitu pelatihan budi daya ikan lele, serta pembelajaran angklung bersama sanggar seni lokal.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SRMA 14 Bandung Barat, Dimas Mulyana, mengatakan sekolahnya memiliki 15 kegiatan ekstrakurikuler, dari olahraga, kesenian, keagamaan, hingga organisasi. Ia menyebut kepercayaan diri dan prestasi siswa meningkat.

Wali Asrama SRT 1 Kediri, Moh Nursalim, mengatakan sekolahnya menekankan pendampingan dengan slogan tidak ada anak tanpa kegiatan dan tanpa pendampingan. Ia menyebut sudah ada siswa kelas 2 SMA yang mengantongi golden ticket untuk kuliah.