Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial terus membenahi tata kelola dan pengawasan Sekolah Rakyat. Kementerian juga memperkuat sumber daya manusia yang terlibat. Pernyataan itu ia sampaikan saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2026) malam.

Pembelajaran berjalan, kekurangan masih ada

Gus Ipul menilai proses pembelajaran secara umum sudah berjalan baik, tetapi masih menyisakan banyak kekurangan. Salah satunya ketersediaan tenaga pendidik.

“Secara umum dapat saya sampaikan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan, dan kami juga harus terus memperbaiki tata kelola, pengawasan, sekaligus mencukupi kekurangan tenaga pendidik seperti guru, wali asrama, dan wali asuh,”

— Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial

Dalam kunjungan itu, Gus Ipul makan malam bersama siswa SRT 4 Jakarta dan duduk lesehan bersama ratusan siswa. Sejumlah siswa tampil menyanyi, di antaranya Jessie, siswi kelas 10, serta Libo, siswa asal Papua yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat Bekasi.

Sebaran Sekolah Rakyat dan kondisi gedung

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat kini diikuti lebih dari 44 ribu siswa di seluruh Indonesia yang tersebar di 182 titik. Sebanyak 93 titik sudah memakai gedung permanen, sedangkan sisanya masih menumpang gedung sementara sambil menunggu pembangunan.

Ia menyebut gedung permanen nantinya berkapasitas lebih dari 2 ribu siswa per titik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Baca jugaMensos Saifullah Yusuf Akui Data Penerima Bansos Belum Akurat, Sebut Kondisinya Lebih Baik

Tantangan: siswa dari keluarga desil 1 dan 2

Gus Ipul menjelaskan siswa dijaring lewat pendekatan berbasis data desil 1 dan desil 2, yakni keluarga dengan kondisi sosial ekonomi paling rendah, bukan melalui tes akademik. Setelah dijangkau, calon siswa diproses di daerah dan ditetapkan sebagai siswa, lalu menjalani tes kesehatan.

Karena latar belakang keluarga, budaya, kebiasaan, dan pola asuh yang beragam, kata dia, pendidikan tidak cukup berfokus pada akademik. Kondisi sosial, psikologis, dan kesehatan siswa juga perlu diperhatikan. Menurutnya, hal ini tidak mudah bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

“Dalam proses pembelajarannya di samping kita melakukan pendekatan edukatif, tapi juga memberikan pendekatan rehabilitasi bagi siswa-siswa yang memerlukan layanan psikososial.”

— Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial

Gus Ipul mengatakan pemeriksaan kesehatan mengungkap beragam kondisi siswa, baik mental maupun fisik. Sebagian siswa, ujarnya, memerlukan rehabilitasi selama 3-4 bulan terlebih dahulu karena di antara mereka ada yang menjadi korban kekerasan.

Prestasi siswa selama setahun

Di tengah tantangan itu, Gus Ipul menyebut para siswa telah meraih berbagai prestasi di tingkat internasional, nasional, hingga regional selama satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, capaian pada 2025 dan 2026 mencapai ribuan prestasi, dari tingkat internasional sampai tingkat kecamatan.

Ia berpendapat banyak potensi siswa dapat berkembang bila mendapat pendampingan yang tepat.