Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Selasa (27/10/2026). Prakiraan itu disampaikan melalui akun Instagram @infobmkg.

Di luar Jakarta, BMKG juga merilis daftar 25 daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat pada hari yang sama. Daftar lengkap nama daerahnya dimuat dalam laporan CNN Indonesia yang menjadi rujukan berita ini, dan nama-nama daerah tersebut tidak tercantum dalam teks sumber yang kami terima.

Prakiraan hujan Jakarta per wilayah

Jakarta Barat diprakirakan berawan tebal pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, lalu berawan pada 13.00 WIB. Hujan ringan diperkirakan turun pada pukul 16.00 WIB, kemudian cuaca kembali berawan tebal pada 19.00 hingga 22.00 WIB.

Jakarta Pusat diprakirakan berawan tebal pada pagi hari dan berawan pada 13.00 WIB. Awan tebal kembali menyelimuti wilayah ini pada 16.00 hingga 19.00 WIB, lalu berawan pada 22.00 WIB. Dalam rincian BMKG yang dilaporkan ANTARA, Jakarta Pusat tidak tercantum mengalami hujan.

Di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, hujan diprakirakan turun pada 13.00 hingga 16.00 WIB setelah pagi berawan tebal. Pada 19.00 WIB cuaca berawan tebal, dan berawan pada 22.00 WIB.

Jakarta Utara diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, dengan hujan mulai turun pada 13.00 WIB. Wilayah ini kembali berawan tebal pada 16.00 hingga 22.00 WIB. Adapun Kepulauan Seribu berawan tebal pada 07.00 hingga 19.00 WIB dan diprakirakan hujan pada 22.00 WIB.

Baca jugaBMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Jawa Barat pada Selasa 27 Oktober 2026

Dinamika atmosfer yang disebut BMKG

Dalam laman resminya pada Senin (26/10), BMKG menyebut sejumlah dinamika atmosfer masih berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sepekan ke depan, Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan memengaruhi sebagian besar wilayah bagian barat dan selatan.

Selain itu, ada aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity di bagian barat, serta Gelombang Kelvin di bagian utara. Sirkulasi siklonik yang diperkirakan terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya juga berpotensi memengaruhi pola angin regional.

Kombinasi sistem tersebut berpotensi membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, sehingga berpeluang memicu hujan intensitas sedang hingga lebat.

“Dengan demikian, meskipun akumulasi curah hujan pada skala dasarian diperkirakan relatif masih dalam kategori rendah-menengah di sejumlah wilayah, potensi hujan signifikan dalam skala harian tetap perlu diwaspadai sebagai dampak dari interaksi dinamika atmosfer regional dan lokal”

— BMKG, dalam laman resminya

Prakiraan musim hujan

BMKG memprakirakan musim hujan dimulai pada November dan Desember. Pada dasarian I November 2026, lebih dari 77 persen wilayah Indonesia diperkirakan masuk kategori menengah (50-150 milimeter per dasarian), sedangkan 20 persen wilayah lain berkategori rendah (0-50 milimeter per dasarian).