BMKG mencatat 25 daerah di Indonesia mengalami hari tanpa hujan kategori ekstrem panjang. Daerah Istimewa Yogyakarta terlama dengan 161 hari, disusul Jawa Tengah 160 hari dan Jawa Timur 159 hari.
Gempa mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (12/10/2026) dini hari. BMKG menyatakan tak berpotensi tsunami; dampak kerusakan dan korban belum diketahui.
Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB setelah 14 kali erupsi. BMKG juga mendeteksi sebaran abu vulkanik ke barat Selat Sunda.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menyebut gempa Lombok Barat, Rabu (7/10/2026), dipicu deformasi batuan di zona subduksi. Liputan6 mencatat magnitudo pemutakhiran 5,0; tak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan pemodelan gempa M5,2 Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 tak berpotensi tsunami. Sumber melaporkan kedalaman dan koordinat berbeda.
Dua hari setelah gempa M6,1 merusak SD Islam dan dua rumah di Perokonda, Kodi, Sumba Barat Daya, NTT, BMKG mencatat gempa M3,5 dan M4,6 pada Selasa (6/10/2026) dini hari; gempa M4,6 tidak berpotensi tsunami.
Polsek Kodi Utara menyebut seorang lansia 73 tahun meninggal karena kaget saat gempa Sumba Barat Daya, NTT, Minggu (4/10/2026). BMKG merevisi magnitudo dari 6,1 menjadi 5,9.
Gempa magnitudo 4,6 mengguncang Kodi, Sumba Barat Daya, NTT, Selasa (6/10/2026) dini hari, tanpa potensi tsunami. Hingga laporan Antara, BMKG belum menyampaikan kerusakan atau korban.
BMKG memprakirakan hujan ringan turun di hampir seluruh Jakarta pada Jumat malam, 2 Oktober 2026, sedangkan Jakarta Selatan berpotensi hujan sedang. Pagi hingga siang didominasi awan tebal.
BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 mulai masuk pada November 2026 di sebagian wilayah, sementara secara terpisah menyebut 61,08 persen luas daratan Indonesia mundur dari rata-rata normal 1991-2020, dengan durasi lebih pendek dan intens.