Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam. Seusai pertandingan, suporter Bonek menyampaikan kekecewaan atas penampilan tim asuhan Bernardo Tavares, menurut JPNN.
Laga tersebut merupakan bagian dari pekan kedelapan Super League 2026/2027. Persebaya bermain sebagai tuan rumah, dengan kickoff dijadwalkan pukul 19.00 WIB dan siaran langsung di Indosiar.
Hasil imbang Persebaya dan Persijap di GBT
Sebelum kickoff, CNN Indonesia mencatat Persebaya berada di peringkat ketujuh dengan 12 poin. Kemenangan atas Persijap berpeluang membawa tim berjuluk Bajul Ijo itu naik ke peringkat kedua.
Persijap, yang dijuluki Laskar Kalinyamat, saat itu menghuni dasar klasemen dengan satu poin dari tujuh pertandingan. Hasil imbang berarti kedua tim berbagi satu angka. Sumber yang kami pakai belum memuat pencetak gol maupun klasemen terbaru setelah laga ini.
Pekan kedelapan sendiri dijadwalkan berlangsung sejak Jumat (30/10) hingga Minggu (1/11), dengan sembilan pertandingan di kota dan stadion berbeda, menurut JPNN Bali.
Pesan Tavares sebelum pertandingan
Menjelang laga, Tavares mengingatkan pemainnya agar tidak merasa di atas angin hanya karena lawan berada di dasar klasemen. Menurut JPNN, pelatih asal Portugal itu memperkirakan Persijap akan bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik.
“Mereka mungkin akan menumpuk pemain di area pertahanan dan berusaha memperlambat jalannya pertandingan. Tujuannya bisa saja membuat pemain kami kehilangan kesabaran.”
— Bernardo Tavares, pelatih Persebaya
Tavares meminta para pemain tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan agar tidak mudah terpancing oleh cara bermain lawan.
Reaksi Bonek seusai peluit akhir
Berdasarkan pantauan JPNN, kemarahan Bonek mulai terlihat saat wasit mengakhiri pertandingan. Suporter yang biasanya ikut bernyanyi dari tribun tampak tidak mengikuti lagu Song For Pride yang diputar lewat pengeras suara.
Bonek kemudian memanggil Tavares yang masih berada di tengah lapangan bersama para pemain. Teriakan makin kencang ketika seluruh tim masuk ke ruang ganti.
“Woi Tavares, woi Tavares tanggung jawab kamu. Manajemen juga harus tanggung jawab,”
— Salah satu Bonek dari tribun suporter, dikutip JPNN
Sebagian Bonek lalu menunggu skuat di tempat parkir bus. Menurut JPNN, mereka ingin seluruh tim memberi tanggapan atas hasil kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Pemain menemui suporter
Kiper Persebaya, Ernando Ari, kemudian mengajak seluruh pemain dan staf pelatih menemui Bonek. Mereka mendengarkan keresahan suporter yang dibatasi pagar, menurut JPNN.
Dalam sumber yang tersedia, belum ada tanggapan resmi dari manajemen Persebaya maupun Tavares atas kritik tersebut. Pernyataan suporter di atas merupakan ungkapan individu di lokasi, bukan sikap resmi pihak mana pun.



