Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, atau Widodo AS, dijadwalkan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Minggu (25/10/2026) pukul 13.30 WIB. Rencana itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas.

Widodo meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) pukul 21.30 WIB di kediamannya, dalam usia 82 tahun, menurut Tribunnews dan kumparan.

Rencana pemakaman di TMP Kalibata

Menurut ANTARA, Nas mengonfirmasi kabar wafatnya Widodo kepada para jurnalis di Jakarta, Minggu. Ia menyebut pemakaman akan dilakukan dengan upacara militer di TMP Kalibata pada hari yang sama.

Okezone melaporkan Nas juga menyampaikan duka cita atas nama TNI. Tribunnews menyebut lokasi pemakaman adalah Taman Makam Pahlawan Utama Nasional Kalibata, dan jenazah dijadwalkan dimakamkan siang hari.

“Betul, kami semua berduka atas kepulangan beliau”

— Mayjen TNI Muhammad Nas, Kapuspen TNI

Nas turut mengajak seluruh masyarakat mendoakan almarhum, yang disebutnya sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut. Menurut ANTARA, ia juga mengajak doa bersama agar almarhum husnul khatimah.

Latar: kabar wafat dan konfirmasi TNI AL

Sebelumnya, kumparan melaporkan kabar wafatnya Widodo dikonfirmasi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut. DetikNews mencatat Laksamana Pertama Tunggul juga membenarkan kabar itu kepada mereka pada Minggu (25/10/2026) dengan jawaban singkat, "Betul".

Profil singkat Widodo AS

Widodo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944, dan lulus dari Akademi Angkatan Laut pada 1968, menurut kumparan. Kariernya dimulai sebagai perwira Angkatan Laut, dengan penugasan di kapal perang hingga jabatan komando di lingkungan TNI AL.

Ia pernah menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat pada 1995, lalu menjadi Wakil Kepala Staf TNI AL, sebelum diangkat sebagai Kepala Staf TNI AL pada 1998. Menurut detikNews, jabatan Kepala Staf itu ia emban sejak 26 Juni 1998 hingga 17 Juli 1999.

Pada 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkatnya sebagai Wakil Panglima TNI. Presiden Abdurrahman Wahid kemudian menunjuknya sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Wiranto. Kumparan mencatat ia resmi menjabat pada 26 Oktober 1999 dan memimpin hingga 2002, sebelum digantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Okezone menulis masa jabatannya 1999–2002.

Menurut kumparan, ia juga perwira tinggi pertama dari luar Angkatan Darat yang menjadi Panglima TNI sejak 1962.

Setelah itu Widodo menjabat Menko Polhukam dalam Kabinet Indonesia Bersatu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak 21 Oktober 2004 hingga Oktober 2009. Kumparan mencatat ia sempat merangkap Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007, serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–20 Oktober 2009.

Ia kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden di periode kedua pemerintahan SBY. Kumparan menulis periodenya 2010–2014, sedangkan detikNews menulis 2009 hingga 2014.