Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat 25.400 kedatangan warga negara asing (WNA) pada 21–24 Oktober 2026 yang berkaitan dengan konser Ye atau Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Senin (26/10/2026), seperti dilaporkan iNews.
Lonjakan kedatangan WNA tiga hari sebelum konser
Menurut Hendarsam, peningkatan kedatangan WNA mulai terlihat sejak tiga hari sebelum konser yang digelar Sabtu (24/10/2026). Jumlahnya naik bertahap sejak 21 Oktober, berdasarkan data Imigrasi.
“Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan kedatangan WNA tercatat sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari”
— Hendarsam Marantoko, Direktur Jenderal Imigrasi
Pada hari konser, 24 Oktober, jumlah pelintas mancanegara masih tinggi, yakni 9.700 orang. Dengan demikian, total kedatangan selama 21–24 Oktober mencapai 25.400 orang menurut angka Imigrasi.
Menurut iNews, penampilan Ye di Jakarta menjadi satu-satunya titik singgah dalam rangkaian turnya di kawasan Asia Tenggara dan Oseania tahun ini. Hal itu disebut mendorong penggemar dari berbagai negara datang langsung ke ibu kota.
Dampak ekonomi versi Gubernur DKI
Pada hari yang sama, Senin (26/10/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut konser Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp625 miliar bagi Jakarta. Ia berbicara di sela peresmian Puskesmas Taman Sari, Jakarta Barat, seperti dilaporkan detikNews.
Rinciannya, dampak JRF disebut Rp175 miliar. Untuk konser Ye, dampak keseluruhan diperkirakan sekitar Rp450 miliar, dengan Rp328 miliar di antaranya dari penjualan tiket. Pramono meyakini angka sebenarnya lebih besar karena tidak semua aktivitas masyarakat dapat dihitung. Sumber tidak merinci metode perhitungannya.
Apindo: efek berganda lintas sektor
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai konser internasional berskala besar seperti ini sebagai fenomena positif. Menurut dia, hal itu menunjukkan Indonesia punya pasar domestik besar sekaligus potensi menarik wisatawan mancanegara. Ia menyampaikannya kepada iNews, Senin (26/10/2026).
Shinta menjelaskan, kehadiran penonton dari luar negeri dan luar daerah menggerakkan perhotelan, transportasi, restoran, pusat perbelanjaan, UMKM, hingga industri kreatif lokal. Okezone melaporkan, keberhasilan menjadi tuan rumah acara global juga dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
Sumber yang dirujuk tidak menjelaskan apakah seluruh 25.400 kedatangan itu merupakan penonton konser, dan belum memuat tanggapan penyelenggara soal angka tersebut.



