Asian Para Games 2026 resmi berakhir lewat upacara penutupan di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (24/10/2026). Menurut ANTARA, Doha, Qatar, akan menjadi tuan rumah ajang tersebut pada 2030.
Bagi Indonesia, pesta olahraga difabel Asia ini ditutup dengan capaian di atas target. Laporan terakhir yang tersedia dari CNN Indonesia mencatat kontingen Merah Putih mengumpulkan 72 medali dan berada di peringkat kedelapan klasemen sementara.
Penutupan Asian Para Games 2026 dan tuan rumah berikutnya
ANTARA melaporkan para penari tampil dalam upacara penutupan. Petugas juga membawa bendera Asian Paralympic Committee dan bendera sejumlah negara peserta.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan di Aichi-Nagoya, estafet tuan rumah berpindah ke Doha pada 2030.
Perolehan medali Indonesia melampaui target
Emas ke-15 Indonesia datang dari tim boccia beregu campuran BC1/BC2 pada Sabtu, menurut CNN Indonesia. Felix Ardi Yudha, Gischa Zayana, dan Muhammad Afrizal Syafa mengalahkan Thailand 11-3 di final.
Menurut CNN Indonesia, tambahan itu membuat total Indonesia menjadi 72 medali, terdiri dari 15 emas, 20 perak, dan 37 perunggu, dengan posisi kedelapan di klasemen sementara. Laporan yang sama menempatkan Kazakhstan di peringkat kesembilan dan Malaysia di urutan ke-11. Rincian akhir klasemen setelah penutupan tidak termuat dalam sumber yang kami rujuk.
Tribunnews melaporkan, hingga Jumat (23/10) malam Indonesia sudah mengoleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Angka itu melampaui target awal pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan di markas kontingen pada Jumat malam bahwa capaian tersebut melebihi target lebih dari 100 persen.
Indonesia memberangkatkan 103 atlet untuk 12 cabang olahraga pada 13 Oktober 2026. Menurut Tribunnews, penetapan target mempertimbangkan evaluasi persiapan dan tidak dipertandingkannya para catur di Nagoya, cabang yang menyumbang emas pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou.
Rekor dunia dan atlet muda
I Kadek Dwi Purwana Yasa dari Bali meraih emas lempar cakram putra F57 dengan lemparan 49,75 meter. Menurut Tribunnews, catatan itu memecahkan rekor dunia miliknya sendiri yang sebelumnya 48,68 meter.
Perenang berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman, juga mempersembahkan emas pada debutnya. Sejumlah atlet muda dan debutan lain turut menyumbang medali perak dan perunggu.
Tim para atletik menutup kiprah dengan 22 medali, yaitu tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu, menurut ANTARA. Partin Muhlisin menjadi penyumbang emas terakhir cabang itu lewat lari 100 meter putra T63 dengan waktu 12,37 detik, yang memecahkan rekor Asian Para Games.
Usulan perpanjangan Pelatnas
Tribunnews menyebut hasil di Nagoya menjadi modal bagi Indonesia menghadapi ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Reda meminta pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), memperpanjang pemusatan latihan nasional agar performa atlet tetap konsisten.
“Makanya kami ingin mendorong nih pemerintah khususnya Kemenpora lebih memperpanjang Pelatnas. Makanya, itu menjadi salah satu cara agar si atlet-atlet ini bisa tetap konsisten”
— Reda Manthovani, Chef de Mission Kontingen Indonesia
Reda juga berterima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia, baik di dalam negeri maupun di Jepang. Sumber yang kami rujuk belum memuat tanggapan Kemenpora atas usulan perpanjangan Pelatnas.



