Festival Gandrung Sewu 2026 digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu malam (24/10/2026). Menjelang acara, jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi meningkat dan penginapan di kabupaten itu dilaporkan terisi penuh oleh wisatawan.

Konsep baru Gandrung Sewu 2026 di malam hari

Menurut Republika, ada 1.300 penari yang terlibat dalam tari kolosal yang rutin diadakan sejak 2012 itu. Edisi kali ini bertema Kembang Dermo, dikemas dengan konsep Glow in the Dark berupa permainan cahaya yang menghadirkan suasana berbeda.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, seperti dikutip ANTARA, mengatakan pertunjukan ini didukung InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata. Para penari memakai instrumen khusus sehingga penampilan mereka memancarkan cahaya warna-warni.

“Jika sebelumnya digelar pada siang hari, kali ini pertunjukan disajikan dalam suasana malam, dan para penari menggunakan instrumen khusus yang membuat penampilan mereka memancarkan cahaya warna-warni”

— Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi

Ipuk menilai konsep baru itu menarik minat ribuan wisatawan domestik untuk datang ke Banyuwangi. Ia menyebut penyelenggaraan tahun ini berbeda dibandingkan gelaran sebelumnya, baik dari segi waktu pelaksanaan maupun tampilan para penari.

Penumpang Bandara Banyuwangi meningkat

General Manajer Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi menyebut bandara melayani 1.142 penumpang dari sembilan penerbangan sepanjang 21-23 Oktober 2026. Tiap hari tercatat tiga penerbangan: 382 penumpang pada 21 Oktober, 386 penumpang pada 22 Oktober, dan 374 penumpang pada 23 Oktober.

Pengelola bandara menyambut para pendatang dengan suasana gandrung dan budaya lokal. Beberapa pramugari Super Air Jet yang melayani rute Jakarta-Banyuwangi terlihat memakai omprog, yakni mahkota penari gandrung, berikut selendang tradisional.

Langkah tersebut, menurut laporan Republika, merupakan bagian dari strategi memperkenalkan kesenian tradisional Banyuwangi kepada wisatawan yang datang lewat jalur udara.

“Gandrung Sewu menjadi momentum untuk mengenalkan budaya Banyuwangi kepada pengunjung yang datang melalui bandara, kami ingin mereka langsung merasakan suasana khas daerah ini setibanya di bandara”

— Mohamad Holik Muardi, General Manajer Bandara Banyuwangi

Hotel dan homestay di Banyuwangi terisi penuh

Menurut Ipuk, kamar hotel dan homestay di Banyuwangi banyak yang sudah terisi untuk periode 21-25 Oktober 2026. Ia menyebut ada hotel yang penuh akibat tamu yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.

Lonjakan permintaan kamar juga dirasakan El Hotel Banyuwangi. Sales Manajer hotel itu, Devi Krisna, mengatakan pemesanan mulai naik sejak Rabu (21/10), dengan mayoritas tamu berasal dari Jakarta, Bali, dan Surabaya.

“Peningkatan okupansi terjadi sejak Rabu (21/10), dan mayoritas tamu kami adalah rombongan dari Jakarta, Bali dan Surabaya yang sengaja tinggal sampai tanggal 25 Oktober 2026”

— Devi Krisna, Sales Manajer El Hotel Banyuwangi

Harapan dampak ekonomi bagi pelaku usaha

Ipuk berharap naiknya jumlah wisatawan lewat kegiatan seperti Gandrung Sewu membawa dampak ekonomi bagi berbagai sektor usaha di daerahnya.

“Inilah yang kami harapkan dari setiap agenda yang digelar, semua sektor mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya”

— Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi