Bus PO Tunggal Dara terbakar saat melintas di ruas Tol Bawen menuju Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Seluruh penumpang dan kru bus dilaporkan selamat, tanpa korban jiwa maupun korban luka.

Kronologi kebakaran bus di Tol Bawen

Menurut Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira, kebakaran terjadi di KM 439.800 jalur B, wilayah Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen. Bus bernomor polisi AD 7458 OG itu dikemudikan Guyub (45), warga Kabupaten Sukoharjo.

Bus membawa 18 orang, terdiri atas 15 penumpang dan 3 kru. Kendaraan melaju dari arah Bawen menuju Ungaran. Di lokasi kejadian, bus menepi dan berhenti setelah pengemudi melihat asap keluar dari bagian belakang kendaraan.

“Pengemudi kemudian meminta seluruh penumpang turun dari bus. Tidak lama berselang, muncul percikan api yang kemudian membesar dan membakar bagian kendaraan.”

— AKP Bagus Satya Dhira, Kasat Lantas Polres Semarang

Dengan demikian, penumpang sudah berada di luar bus sebelum api membesar. Bagus menyebut petugas kemudian mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran.

“Alhamdulillah, seluruh penumpang dan kru bus berhasil turun dari kendaraan sehingga dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.”

— AKP Bagus Satya Dhira, Kasat Lantas Polres Semarang

Evakuasi penumpang dan rute perjalanan

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan, setelah penanganan di lokasi, seluruh penumpang dievakuasi ke Gerbang Tol Ungaran. Langkah itu dilakukan agar penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Semarang Iptu Handriani menjelaskan, bus tersebut berjenis antarkota antarprovinsi (AKAP) reguler kelas ekonomi. Bus berangkat dari Wonogiri dengan tujuan Jakarta-Bogor.

Penyebab masih diselidiki, polisi imbau pengemudi

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Menurut polisi, hal itu masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh personel Polres Semarang. Bagus menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Sat Reskrim untuk menelusuri penyebab terbakarnya bus.

Sampai berita ini ditulis, sumber yang dirujuk belum memuat keterangan dari pihak perusahaan otobus mengenai kejadian tersebut.

Heru mengimbau para pengemudi, khususnya angkutan penumpang, memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Ia juga meminta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan pemukul kaca dipastikan.

Bila ditemukan tanda gangguan pada kendaraan, menurut Heru, pengemudi sebaiknya segera menepi di tempat yang aman dan mengutamakan keselamatan penumpang. Dalam kasus ini, pengemudi menghentikan bus begitu asap terlihat dan meminta penumpang turun, sehingga semua orang di dalam bus selamat.