Bournemouth menundukkan AC Milan 3-0 pada matchday ketiga Liga Europa di Vitality Stadium, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Seluruh gol tuan rumah lahir dari bola mati: dua penalti dan satu tendangan bebas.

Jalannya pertandingan Bournemouth vs AC Milan

Bournemouth membuka skor pada menit kedelapan lewat penalti Justin Kluivert. Menurut ANTARA yang mengutip laman resmi UEFA, hadiah penalti muncul setelah bek Milan, Koni De Winter, terkena handball saat menghalau sundulan Evanilson. Kluivert mengalahkan kiper Mike Maignan. CNN Indonesia mencatat penalti itu diberikan wasit Vassilis Fotias pada menit ketujuh setelah melibatkan VAR.

Tekanan terhadap Milan bertambah pada menit ke-27 ketika Maignan menerima kartu merah. ANTARA menulis kiper asal Prancis itu menampar wajah Tyler Adams di depan gawang. Tribunnews menyebut tindakan Maignan terjadi terhadap James Hill saat Bournemouth mendapat sepak pojok. Kejadian itu sekaligus memberi Bournemouth penalti kedua.

Marcus Tavernier menjadi eksekutor dan mengalahkan kiper pengganti Lorenzo Torriani. Tribunnews dan CNN Indonesia mencatat gol itu terjadi pada menit ke-32, sehingga Bournemouth unggul 2-0 sampai turun minum.

Tendangan bebas Amine Adli tutup kemenangan

Pada babak kedua, Bournemouth tetap mengendalikan permainan dengan jumlah pemain lebih banyak. Milan masih berupaya mencetak gol balasan, tetapi tidak berhasil.

Gol ketiga datang dari tendangan bebas langsung Amine Adli. Waktu golnya berbeda di tiap sumber: menit ke-83 menurut ANTARA, ke-84 menurut Tribunnews, dan ke-85 menurut CNN Indonesia. Skor 3-0 bertahan hingga laga selesai.

Posisi klasemen dan komentar Kluivert

Hasil ini membawa Bournemouth ke peringkat ketiga klasemen fase liga dengan sembilan poin. AC Milan berada di peringkat ke-24 dengan tiga poin. Tribunnews menyebut Bournemouth menyapu bersih tiga laga pertamanya di Liga Europa musim ini.

Kluivert, putra mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert, menyebut kemenangan tersebut berarti besar karena timnya datang setelah dua kali menang. Pernyataan itu dikutip Tribunnews dari TNT Sports.

“Kami percaya kepada diri sendiri dan tidak peduli siapa yang kami hadapi karena kami tahu kemampuan kami, serta saya rasa hari ini kami telah menunjukkannya.”

— Justin Kluivert, pemain Bournemouth

Kluivert juga menyoroti intensitas permainan sebagai ciri tim. Menurut dia, intensitas itu tetap menjadi identitas Bournemouth siapa pun pemain yang diturunkan.

Bournemouth menurunkan Michele Di Gregorio di bawah mistar, dengan Kluivert dan Evanilson di lini depan. Milan memainkan Maignan sebelum digantikan Torriani, dengan Tomori, De Winter, dan Pavlovic di lini belakang.