Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan baru pada Selasa (27/10/2026). Selain memantau Siklon Tropis Arnab di Teluk Benggala yang bergerak menjauhi Indonesia, BMKG mengingatkan potensi terbentuknya sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman yang dapat memengaruhi cuaca sebagian wilayah Aceh.

Posisi dan prakiraan Siklon Tropis Arnab

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Arnab berkembang dari sistem siklonik 98B di Laut Andaman yang terpantau sejak 19 Oktober 2026 dengan sirkulasi lemah.

Menurut analisis BMKG per 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, pusat sistem berada di 15,9°LU dan 86,0°BT. Angin maksimumnya 65 knot (120 km/jam) dengan tekanan minimum 985 hPa. Angka ini lebih kuat daripada analisis sebelumnya, yang mencatat tekanan 992 hPa dan angin maksimum 55 knot pada 26 Oktober.

BMKG memprakirakan Arnab bergerak ke barat laut selama 24 jam ke depan hingga sekitar 16,2°LU dan 82,8°BT, dengan angin maksimum yang bisa naik sampai 70 knot. Pada 48 jam mendatang, kekuatannya diperkirakan menurun ketika mencapai daratan India, sekitar 18,5°LU dan 81,5°BT.

Setelah 72 jam, BMKG memperkirakan sistem terus melemah dan berstatus Tropical Low di dekat 22,0°LU dan 81,49°BT. Andri menyatakan Arnab diprakirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap cuaca dan perairan Indonesia, termasuk Sumatra bagian utara.

Sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman

BMKG menyebut hasil pemodelan cuaca menunjukkan potensi sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman mulai 27 Oktober 2026. Peluang penguatannya masih rendah dalam 24 jam ke depan.

Dalam dua hingga tiga hari, menurut Andri, sirkulasi itu berpotensi berkembang dan bergerak ke barat-barat laut, semakin jauh dari Indonesia. Meski begitu, sistem ini masih bisa mendukung terbentuknya daerah konvergensi yang meningkatkan peluang hujan di sebagian Aceh.

BMKG menambahkan, sirkulasi itu dapat mendorong tumbuhnya awan konvektif sehingga hujan sedang hingga lebat berpeluang turun di sebagian Sumatra bagian utara. Perkembangannya akan dipantau satu hingga dua hari ke depan dengan memadukan data pengamatan, citra satelit, dan dinamika atmosfer.

“Apabila terdapat perkembangan signifikan yang berpotensi berdampak terhadap Indonesia, BMKG akan menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi.”

— Andri Ramdhani, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG

Baca jugaBMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Jawa Barat pada Selasa 27 Oktober 2026

Potensi hujan sepekan dan pantauan Arnab oleh IMD

Dalam analisis Potensi Hujan Sepekan yang dirilis 26 Oktober 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 77,72%, masuk kategori menengah pada Dasarian I November 2026. Kategori rendah mencakup 20,72% dan kategori tinggi 1,56%.

BMKG menyebut aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Mixed Rossby-Gravity, dan Gelombang Kelvin dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Karena itu, hujan yang cukup berarti pada skala harian tetap perlu diantisipasi, meski total curah hujan dasarian relatif rendah hingga menengah.

Dari India, Departemen Meteorologi India (IMD) sebelumnya melaporkan Arnab telah menguat menjadi badai siklon sangat parah di Teluk Benggala bagian barat-tengah. Menurut IMD, siklon itu diperkirakan mencapai daratan di sekitar Yanam, Andhra Pradesh, pada Rabu (28/10) menjelang siang waktu setempat, dengan peringatan tingkat merah untuk pesisir Andhra Pradesh dan Odisha Selatan.

Latar: imbauan BNPB sebelum analisis terbaru BMKG

Pada Senin (26/10/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Aceh dan Sumatera Utara mewaspadai bibit siklon 98B, yang oleh BNPB disebut berada di Teluk Benggala. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut potensi hujan lebat hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang lokal dalam sepekan ke depan.

Imbauan itu disampaikan sebelum analisis BMKG terbaru pada 27 Oktober. Bibit 98B yang dimaksud BNPB kini telah menjadi Siklon Tropis Arnab dan menjauhi Indonesia. BMKG memperkirakan Arnab tidak berdampak signifikan bagi Sumatra bagian utara, sedangkan peluang hujan di sebagian Aceh kini dikaitkan BMKG dengan potensi sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman. Sumber yang dirujuk tidak memuat pembaruan imbauan BNPB setelah analisis tersebut.

BNPB juga meminta warga mengamankan benda yang mudah diterbangkan angin, menghindari pohon dan bangunan berisiko tumbang, serta mewaspadai longsor di lereng dan perbukitan. Nelayan dan warga pesisir diminta memeriksa informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melaut.

Andri mengimbau masyarakat tetap tenang dan memantau informasi serta peringatan dini cuaca lewat situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial lembaga itu.