Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (29/10/2026) pukul 05.06 WIB. Gempa itu dipicu aktivitas deformasi di dalam lempeng atau intraslab di Laut Banda, dan tidak berpotensi tsunami.
Penyebab gempa Laut Banda menurut BMKG
Menurut iNews, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan penjelasan itu dalam keterangan tertulis. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa digolongkan sebagai gempa bumi menengah.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (Oblique Normal).”
— Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
Soal tsunami, Wijayanto menyatakan hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan potensi tersebut.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.”
— Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
Perbedaan data lokasi dan kedalaman gempa Tanimbar
Laporan iNews terbaru mencatat episenter di 6,34 derajat Lintang Selatan dan 130,48 derajat Bujur Timur, sekitar 203 kilometer barat laut Tanimbar. CNN Indonesia, yang mengutip siaran pers BMKG, juga menyebut jarak 203 kilometer dengan kedalaman 164 kilometer.
Angka itu berbeda dari laporan awal. Dalam kutipan informasi BMKG di iNews sebelumnya, pusat gempa disebut 60 km barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, pada kedalaman 160 km. Liputan6 mencatat koordinat 6,34 Lintang Selatan dan 130,52 Bujur Timur.
BMKG sendiri menyebut informasi awal mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Sumber yang tersedia tidak menjelaskan penyebab selisih angka tersebut.
Getaran dan dampak gempa
CNN Indonesia menulis, berdasarkan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Banda Neira, Tanimbar, Kaimana, dan Sorong. Skala itu berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti truk yang berlalu. Informasi awal BMKG yang dikutip iNews mencantumkan intensitas II–III MMI di keempat wilayah itu.
Baca jugaGempa M5,4 Guncang Perairan Barat Daya Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami
Dalam siaran persnya, BMKG menyebut pemantauan hingga pukul 05.30.00 WIB belum menunjukkan gempa susulan. Menurut Liputan6, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan. iNews pada laporan awalnya menulis belum ada keterangan lebih lanjut tentang dampak.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pihak berwenang setempat, dan memantau informasi lewat kanal resmi BMKG.
Gempa kecil terpisah di Sorong
Mengutip akun X BMKG, CNN Indonesia melaporkan gempa terpisah di daratan Sorong, Papua Barat Daya, sekitar pukul 05.54 WIB. Kekuatannya M1,9, pusatnya sekitar 34 kilometer di timur Sorong, kedalaman 24 kilometer. Sumber yang tersedia tidak menyebut kaitannya dengan gempa M6,4.


