Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Hujan abu vulkanik menyelimuti ruas jalan jalur Padang Panjang–Bukittinggi dan membuat permukaan jalan licin serta jarak pandang berkurang.
Data erupsi Gunung Marapi
Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi PVMBG di Bukittinggi mencatat letusan itu pada seismograf, dengan amplitudo maksimum 19,5 milimeter dan lama sekitar 27 detik. Petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi, menyebut tinggi kolom abu tidak teramati.
Puncak gunung tertutup kabut tebal sehingga perkembangan kolom erupsi tidak bisa dilihat langsung. Rifandi mengatakan rekaman seismik tetap menunjukkan adanya aktivitas letusan.
Sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke bagian selatan gunung, yakni Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. PGA Marapi mencatat kejadian ini sebagai erupsi ke-63 sepanjang 2026.
Dampak hujan abu di jalur Padang Panjang–Bukittinggi
Menurut pantauan iNews di lokasi, abu menyelimuti jalan di kawasan Aia Angek, Kabupaten Tanah Datar, serta Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Abu yang bercampur hujan membuat jalan licin dan mengaburkan pandangan pengguna jalan.
Seorang pengendara sepeda motor, Epi, mengaku sempat kesulitan melintas dari Padang Panjang menuju Bukittinggi. Ia menyebut abu menempel di kaca helm hingga jalan tidak terlihat. Epi mengaku memakai jas hujan saat melewati ruas dari Aia Angek hingga Koto Baru, tempat hujan bercampur abu cukup tebal.
Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas dan kecelakaan, anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Bukittinggi diterjunkan ke sejumlah titik guna mengatur arus kendaraan. Petugas Pengamat Gunung Api Marapi, Teguh Firmansyah, menyebut hujan abu mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Status Level II dan imbauan keselamatan
Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi.
Warga yang bermukim dekat sungai berhulu di puncak Marapi, termasuk di lembah dan jalur alirannya, diminta waspada terhadap potensi lahar, terutama saat hujan turun di kawasan puncak.
Bila terjadi hujan abu, PGA Marapi mengimbau warga memakai masker, serta pelindung mata dan kulit. Warga juga diminta menyiapkan persediaan air bersih dan menyingkirkan abu yang menumpuk di atap rumah untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan.
Masker dianjurkan untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu gangguan pernapasan. Warga dan wisatawan juga diminta tetap memperhatikan ketentuan keselamatan di kawasan Gunung Marapi serta menghindari area sekitar pusat aktivitas vulkanik.
Rifandi turut meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.



