Bali United mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1 pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/27 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026). Dua pemain Arema, Alfeandra Dewangga dan Julian Guevara, terkena kartu merah sehingga tuan rumah mengakhiri laga dengan sembilan pemain.

Seusai pertandingan, Andre Caldas, yang disebut VIVA sebagai pelatih sementara Arema FC, menilai merosotnya mental pemain menjadi faktor utama kekalahan timnya.

Jalannya pertandingan: tiga gol tamu, dua kartu merah

Menurut JPNN, kedua tim sama-sama berupaya mengambil inisiatif sejak awal. Arema beberapa kali membangun serangan lewat tengah dan kedua sayap, sedangkan Bali United bermain disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat.

Marko Dugandzic membuka skor untuk Bali United pada menit ke-40. Irfan Jaya menambah gol pada menit ke-45, sehingga tim tamu unggul 2-0 saat turun minum. Di babak kedua, Teppei Yachida membuat skor menjadi 3-0 pada menit ke-67.

Arema kemudian harus bermain dengan 10 orang setelah Alfeandra Dewangga menerima kartu merah pada menit ke-74. Careca memperkecil jarak lewat gol pada menit ke-79. Di masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+2, Julian Guevara juga diusir wasit, menurut VIVA.

Baca jugaDewa United Jamu Persija di Serang, PSM Hadapi Madura United pada Pekan ke-8 Super League

Tanggapan Andre Caldas: mental turun setelah gol kedua

Dalam konferensi pers seusai laga, Andre mengatakan Arema sebenarnya punya peluang menyamakan kedudukan setelah kebobolan gol pertama. Namun, situasinya berubah ketika Bali United mencetak gol kedua.

“Gol pertama Bali United terjadi pada menit ke-40 dan kami punya peluang mencetak gol yang belum bisa dimanfaatkan. Namun, begitu gol kedua terjadi pada menit ke-45, saya merasa mental pemain langsung turun drastis”

— Andre Caldas, Pelatih Arema FC

Andre menjelaskan, tim pelatih sempat membenahi moral pemain dan menyesuaikan strategi saat jeda. Upaya itu, menurut VIVA, sempat meningkatkan determinasi di lapangan sebelum gol ketiga Bali United tercipta.

Andre juga menegaskan kegagalan ini tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemain.

“Ini adalah momen buruk bagi kami dan menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi. Seperti yang kalian ketahui, selama saya di sini, saya mengambil tanggung jawab”

— Andre Caldas, Pelatih Arema FC

Johnny Jansen dan latar jelang laga

Sebelum pertandingan, Pelatih Bali United Johnny Jansen menyebut masa persiapan singkat sebagai kendala, karena timnya baru bermain melawan Persita Tangerang pada Minggu (25/10). Ia mengatakan tim telah mempelajari Arema, terutama saat Arema menang 4-0 atas Dewa United, dan menyatakan Bali United siap bertanding, menurut Antara.

Sumber yang tersedia saat ini belum memuat tanggapan Jansen seusai laga. Redaksi akan memperbarui berita bila pernyataannya tersedia.

Dari sisi Arema, Andre sebelumnya mewaspadai tiga penyerang Bali United: Arjuna Mahendra, Irfan Jaya, dan Marko Dugandzic, menurut JPNN. Dua dari ketiganya, Dugandzic dan Irfan Jaya, mencetak gol pada laga ini.

Catatan Bali United musim ini

Sebelum laga ini, Bali United mengumpulkan 13 poin dari tujuh pertandingan dan berada di urutan kelima klasemen. Tim asuhan Jansen juga belum pernah menang di laga tandang, dengan dua kekalahan dan satu hasil seri. Sumber yang ada belum memuat posisi klasemen terbaru setelah pertandingan ini.