Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman meluas dalam beberapa hari terakhir. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik menuju Khamis Mushait, sedangkan pejabat setempat menyebut markas koalisi di Aden diserang pada Jumat (2/10/2026) pagi, menurut laporan Reuters yang dikutip CNBC Indonesia.

Rudal ke Khamis Mushait dan serangan di Aden

Koalisi mengatakan rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke kota Khamis Mushait di Saudi selatan telah dicegat dan dihancurkan. Koalisi tidak memberikan rincian soal kerusakan maupun korban jiwa.

Menurut pejabat setempat, markas komando pasukan koalisi di Aden juga menjadi sasaran Houthi lewat sejumlah rudal balistik dan drone. Hingga laporan itu dimuat, belum ada komentar langsung dari koalisi ataupun Houthi.

Houthi, melalui kantor berita Saba yang dikelola mereka, melaporkan serangan Saudi di Sanaa dan wilayah lain di Yaman. Saudi belum memberi konfirmasi langsung atas laporan tersebut.

Tudingan serangan ke gardu listrik di Madinah

Eskalasi ini mengikuti pengumuman koalisi pada Kamis (1/10) soal serangan terhadap Stasiun Distribusi Listrik Taibah di Madinah. Menurut Okezone yang mengutip Saudi Press Agency, gardu pemasok listrik Masjid Nabawi itu diserang pada Selasa, 29 September 2026, pukul 05.11.

Juru Bicara Resmi Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan penyelidikan dan puing drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan. Koalisi menyebut serangan itu membuat satu trafo tidak berfungsi tanpa memengaruhi jaringan listrik.

Koalisi menggambarkan insiden di Madinah sebagai bagian dari upaya berulang Houthi menargetkan Dua Masjid Suci dan "memprovokasi" umat Islam di seluruh dunia. Koalisi menyatakan terus menerapkan langkah untuk mencegah Houthi dan menjamin perlindungan tempat suci serta keselamatan peziarah di Mekah dan Madinah.

Baca jugaKoalisi Saudi Tuding Houthi Serang Gardu Taibah Madinah, Houthi Bantah dan Sebut Tuduhan Kebohongan

Klaim yang saling bertolak belakang

Sumber militer Houthi membantah laporan koalisi tentang Madinah, seperti dikutip kantor berita Saba. Sementara itu, Houthi melaporkan serangan Saudi tanpa konfirmasi dari Riyadh. Laporan yang dikutip tidak memuat verifikasi independen atas klaim kedua pihak, sehingga rincian peristiwa di lapangan belum dapat dipastikan dari sumber tersebut.

Latar permusuhan sejak Juli

Menurut Reuters, pertempuran kembali pecah tahun ini setelah Houthi menyatakan blokade laut terhadap Saudi pada Juli, lalu mulai menyerang wilayah dan kapal-kapal Saudi. Pasukan Houthi juga disebut menguasai wilayah luas di pesisir Laut Merah milik Yaman.

Riyadh membalas lewat serangan udara ke Yaman, sekaligus menyokong pasukan pemerintah Yaman yang berusaha mendesak Houthi keluar dari wilayah yang dikuasainya. Dua pekan lalu, Saudi menyatakan telah menembak jatuh drone Houthi di selatan Mekah, sebelum drone itu masuk ke ruang udara terlarang di atas kota suci tersebut.

Koalisi menyebut kejadian tersebut sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Mekah sejak 2017. Houthi membantah menargetkan Mekah atau situs suci Islam lainnya. Koalisi menyatakan akan terus mengambil tindakan untuk melindungi tempat suci dan jamaah haji.