Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan kelompok Houthi dari Yaman menyerang gardu listrik di Madinah pada 29 September. Gardu itu memasok listrik ke Masjid Nabawi. Pernyataan disampaikan Kamis (1/10/2026), dan Houthi langsung membantahnya.

Pernyataan koalisi soal serangan di Madinah

Juru Bicara Militer Arab Saudi dan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Malki, mengatakan serangan itu menyasar gardu distribusi listrik Taibah. Fasilitas sipil tersebut menyuplai listrik ke Masjid Nabawi. Pernyataan itu muncul setelah pihak berwenang menyelesaikan penyelidikan menyeluruh.

“Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik”

— Turki Al Malki, Juru Bicara Militer Arab Saudi dan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman

Menurut laporan Reuters yang dikutip detikNews, pemeriksaan puing drone disebut mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan serangan. Koalisi menilai insiden ini bagian dari upaya berulang Houthi menyasar dua masjid suci dan memprovokasi umat Islam. Koalisi berjanji terus menempuh langkah untuk melindungi situs suci dan peziarah.

Bantahan Houthi dan klaim serangan balasan

Seorang sumber militer Houthi, yang dikutip kantor berita Saba, membantah tuduhan itu dan menyebutnya kebohongan. Menurutnya, tuduhan tersebut untuk menutupi kegagalan Saudi membuktikan tudingan sebelumnya bahwa Houthi menargetkan Mekkah.

Dua minggu lalu, Saudi mengaku menghancurkan drone Houthi di selatan Mekkah sebelum masuk ke wilayah udara terlarang kota itu. Koalisi menyebutnya upaya kedua Houthi menyasar Mekkah sejak 2017. Houthi menyangkal pernah menargetkan Mekkah atau situs suci Islam lain.

Beberapa jam setelah pernyataan koalisi, Houthi melaporkan Saudi menyerang Sanaa serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran. Saudi belum mengonfirmasi. Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengaku telah melakukan lebih dari dua puluh serangan udara ke Taiz, menyasar gudang rudal, pusat komando, dan lokasi militer lain milik Houthi.

Latar konflik Saudi-Houthi

Reuters menyebut ini bentrokan paling serius antara Saudi dan Houthi, yang bersekutu dengan Iran, sejak gencatan senjata 2022 yang dimediasi PBB. Pertempuran kembali berkobar tahun ini ketika Houthi mengumumkan blokade laut atas Saudi pada Juli, lalu menyerang wilayah dan kapal Saudi.

Jika benar terjadi, serangan di Sanaa menjadi yang pertama sejak Juli. Saat itu pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menghantam landasan bandara Sanaa agar pesawat Iran tidak bisa mendarat.

Dalam perkembangan terbaru, menurut CNN Indonesia, bentrokan terjadi di Provinsi Taiz setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menewaskan milisi Houthi. CNN Indonesia juga melaporkan enam serangan udara menimbulkan kerugian besar di tenggara Taiz dan di front Humayr, tanpa menyebut pelakunya.