Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan kelompok Houthi menyerang Stasiun Distribusi Listrik Taibah di Madinah, gardu yang memasok listrik ke Masjid Nabawi. Menurut koalisi, serangan terjadi pada pukul 05.11, Selasa 29 September 2026. Pihak Houthi membantah tuduhan itu.

Pernyataan koalisi soal serangan gardu listrik Madinah

Juru Bicara Resmi Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Maliki, menyampaikan hasil penyelidikan melalui kantor berita Saudi Press Agency (SPA). Menurut dia, bukti yang dikumpulkan pihak berwenang, termasuk puing drone yang dipakai dalam serangan, menunjukkan Houthi terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

“Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik”

— Turki Al Maliki, Juru Bicara Resmi Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman

Al Maliki menyebut aksi itu bagian dari upaya milisi ekstremis menargetkan Dua Masjid Suci serta provokasi terhadap umat Muslim di dunia. Koalisi, katanya, terus menerapkan langkah untuk mencegah serangan Houthi dan melindungi para peziarah di Makkah dan Madinah.

Baca jugaKoalisi Saudi Sebut Houthi Serang Gardu Listrik Taibah Pemasok Masjid Nabawi, Houthi Membantah

Bantahan Houthi

Seorang sumber militer Houthi, yang dikutip kantor berita Saba yang dikelola Houthi, menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan. Menurut sumber itu, tudingan tersebut dimaksudkan menutupi kegagalan Saudi membuktikan klaim sebelumnya bahwa Houthi menargetkan Mekkah. Laporan media lain mengutip sumber Houthi yang menyebut tuduhan itu tak berdasar.

Dua minggu lalu, Arab Saudi menyatakan mencegat dan menghancurkan drone Houthi di selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota itu. Koalisi menyebutnya upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah sejak 2017. Houthi membantah menargetkan Mekkah maupun situs suci Islam lainnya.

Latar pertempuran Saudi dan Houthi

Menurut Reuters yang dikutip detikNews, pertempuran saat ini merupakan yang paling serius antara Arab Saudi dan Houthi, kelompok yang bersekutu dengan Iran, sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB pada 2022. Permusuhan kembali pecah tahun ini setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Juli dan mulai menyerang wilayah serta pelayaran Saudi.

Pasukan Houthi juga disebut mencatat kemajuan wilayah yang signifikan di pesisir Laut Merah Yaman. Arab Saudi merespons dengan serangan udara di Yaman dan mendukung pasukan pemerintah Yaman. CNN Indonesia mencatat Houthi selama ini kerap menyerang fasilitas minyak Saudi dan mengakuinya.

Serangan balasan dilaporkan di Yaman

Beberapa jam setelah pernyataan koalisi, Houthi melaporkan serangan Saudi terhadap Sanaa, ibu kota Yaman, serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran. Laporan itu bersumber dari kantor berita Houthi. Pihak Saudi belum memberikan konfirmasi.

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan telah melancarkan lebih dari dua puluh serangan udara ke posisi Houthi di Taiz. Sasarannya tempat penyimpanan rudal, pusat komando, dan lokasi militer lain. Jika serangan di Sanaa terkonfirmasi, itu akan menjadi yang pertama di kota tersebut sejak Juli, saat pasukan pro-pemerintah menyerang landasan pacu bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.

Perbedaan tanggal pelaporan muncul di antara media: CNN Indonesia menyebut pernyataan Al Maliki disampaikan Kamis (1/10), sedangkan detikNews dan Okezone mengutipnya bertanggal 2 Oktober. Klaim kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen dalam sumber yang tersedia.