Dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah hampir mencapai 13.000 korban. Angka itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Jawa Tengah Taj Yasin di Semarang, Rabu (30/9/2026).

Angka dugaan keracunan MBG di Jawa Tengah

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, mengatakan jumlah korban yang tercatat dari kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah hampir 13.000. Menurut dia, karena itu banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah ditangguhkan operasionalnya.

Ia menginstruksikan seluruh pimpinan Satgas Program MBG yang berwenang agar menertibkan SPPG bermasalah melalui inspeksi mendadak. Meski begitu, keputusan penangguhan dapur MBG untuk sementara waktu tetap berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sekarang di kabupaten/kota satuan tugasnya boleh melakukan inspeksi-inspeksi langsung ke SPPG-SPPG untuk menertibkan, itu yang paling utama kuncinya,”

— Taj Yasin, Ketua Satgas MBG Jawa Tengah

Kasus di Batang dan kunjungan Wapres Gibran

Belum lama ini, 700 murid di Kabupaten Batang menjadi korban dugaan keracunan MBG. Para siswa tersebut dilaporkan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pasien di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang, pada Senin (28/9). Ia menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga terdampak, serta memastikan seluruh korban ditangani secara medis sampai pulih tanpa terbebani biaya pengobatan. Di RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan seorang pasien anak yang telah dirawat selama empat hari.

“Prioritas pertama adalah kesehatan korban.”

— Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden

Gibran juga menyebut warga yang sudah pulang, tetapi keluhannya muncul kembali, harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan. Dengan begitu, menurut dia, pelayanan tidak berhenti ketika pasien meninggalkan fasilitas kesehatan.

Tanggapan akademisi: perlu perbaikan dan investigasi berbasis bukti

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan menilai kehadiran dan permintaan maaf Gibran mencerminkan tanggung jawab dan empati seorang pemimpin. Ia mengingatkan bahwa penanganan kasus perlu diikuti langkah konkret berupa perbaikan bila ditemukan kelemahan atau kelalaian.

Menurut Cecep, keterbukaan mengakui masalah, mencari penyebab, bertanggung jawab atas dampak, dan memperbaiki sistem merupakan bagian penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Hasil investigasi, katanya, harus menjadi dasar penentuan langkah perbaikan.

“Dalam setiap program publik yang menggunakan sumber daya negara dan menyangkut kepentingan masyarakat, akuntabilitas merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar, apalagi ketika muncul persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat,”

— Cecep Darmawan, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia

“Transparansi juga bukan berarti pemerintah harus tergesa-gesa membuat kesimpulan. Justru transparansi berarti proses investigasi dilakukan secara objektif, berbasis bukti, dan hasilnya disampaikan secara terbuka setelah fakta-faktanya cukup,”

— Cecep Darmawan, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia

Angka hampir 13.000 korban tersebut merupakan keterangan Satgas MBG Jawa Tengah dan berstatus dugaan keracunan.