Gubernur California Gavin Newsom menandatangani rancangan undang-undang yang menjadikan Idul Fitri dan Idul Adha hari libur negara bagian. Beleid itu bernama Assembly Bill (AB) 2017 dan diberitakan media pada Sabtu (3/10/2026).
Isi aturan hari libur Idul Fitri dan Idul Adha di California
Lewat AB 2017, kedua hari raya umat Muslim itu masuk kalender hari libur resmi negara bagian. Menurut detikNews yang mengutip Anadolu Agency, sekolah negeri dan perguruan tinggi komunitas dapat meliburkan kegiatan sesuai prosedur setempat.
Pegawai negara bagian yang memenuhi syarat juga dapat memperoleh hak libur pada kedua hari raya tersebut. Idul Fitri menandai berakhirnya Ramadan, sedangkan Idul Adha dirayakan bertepatan dengan ibadah haji tahunan.
VIVA yang mengutip New York Times melaporkan bahwa sekolah dan perusahaan tidak diwajibkan tutup pada dua hari itu. Pengadilan tetap harus beroperasi seperti biasa.
“Penetapan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur negara bagian merupakan keputusan terkait kalender sipil yang mengakui signifikansi budaya kedua hari raya tersebut bagi masyarakat California”
— Bunyi undang-undang, dikutip detikNews dan koridor.co.id dari Anadolu Agency
Negara bagian kedua setelah Washington
Menurut VIVA, dengan keputusan ini California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat setelah Washington yang secara resmi mengakui kedua hari raya tersebut di tingkat negara bagian.
RUU hari raya Yahudi dan kritik Partai Republik
Sebelum menandatangani AB 2017, Newsom menerima sejumlah RUU lain tentang perayaan keagamaan, termasuk hari raya Yahudi seperti Rosh Hashanah dan Yom Kippur. VIVA menyebut AB 395 akan memasukkan sejumlah hari raya Yahudi itu ke hukum negara bagian dan mewajibkan lembaga pemerintah, termasuk sekolah, berupaya wajar agar tidak menjadwalkan kegiatan penting pada hari-hari tersebut.
RUU lain, AB 1763, akan menjamin siswa taman kanak-kanak hingga kelas 12 memperoleh izin tidak masuk sekolah karena merayakan hari raya keagamaan. Menurut VIVA, Newsom menandatangani kedua RUU itu pada Rabu, sebelum batas waktu berakhir tengah malam, meski keduanya sampai lebih dulu di mejanya.
Kelompok penentang dari Partai Republik mengkritik Newsom karena dinilai lebih mengutamakan RUU hari raya Muslim ketimbang aturan yang memberi perlakuan setara bagi hari raya Yahudi. Ketua bidang keterlibatan komunitas Yahudi di Partai Republik California, Elizabeth Barcohana, mengatakan kepada Cleveland Jewish News pada Kamis bahwa urutan penandatanganan itu menunjukkan arah kebijakan Newsom, yang disebut tengah mempertimbangkan pencalonan presiden pada 2028.



