Delegasi Indonesia meninggalkan aula Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke mimbar untuk berpidato. Peristiwa itu terjadi Kamis waktu setempat, atau Jumat (25/9) dini hari WIB. Aksi serupa dilakukan delegasi dari banyak negara lain.
Delegasi Indonesia dan negara lain tinggalkan ruangan
Menurut ANTARA, rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap RI di New York memperlihatkan para diplomat Indonesia bergegas meninggalkan kursi begitu Netanyahu dipersilakan menyampaikan pernyataan nasional. CNN Indonesia melaporkan video yang dirilis Kementerian Luar Negeri itu memperlihatkan delegasi berdiri, mengambil tas, lalu pergi, sehingga bangku Indonesia kosong.
Suasana aula menjadi riuh karena banyak delegasi keluar bersamaan. Antrean keluar sampai terbentuk, dan pemimpin sidang mengetuk palu untuk meminta para delegasi menjaga ketertiban.
Data 77 negara versi Israel
CNN Indonesia, mengutip Ynetnews, menyebut pihak Israel mendata 77 negara yang tidak hadir selama pidato Netanyahu yang berlangsung 41 menit. Angka itu bersumber dari informasi resmi Israel dan mencakup delegasi yang meninggalkan ruangan maupun yang sejak awal tidak duduk di aula.
Di antara yang tidak hadir terdapat empat negara yang berbatasan langsung dengan Israel, yakni Mesir, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Arab Saudi, Turki, dan Iran juga tercatat tidak hadir. Delegasi Yordania dan Mesir disebut memilih absen sejak awal, sebelum Netanyahu naik panggung.
Sebaliknya, delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab, yang sama-sama menandatangani Abraham Accords, tetap duduk dan mendengarkan pidato. Daftar yang dimuat CNN Indonesia juga memuat antara lain Palestina, Qatar, Malaysia, Brasil, Afrika Selatan, Spanyol, dan Irlandia.
Respons Netanyahu dan latar kehadirannya
Menanggapi banyaknya delegasi yang keluar, Netanyahu menyindir para peserta sidang sebelum memulai pidatonya, sebagaimana disiarkan UN Web TV.
“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,”
— Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel
ANTARA mengutip laporan Jerusalem Post yang dikutip Sputnik bahwa Netanyahu disebut hanya akan berada di Amerika Serikat selama enam jam untuk menghadiri sidang tersebut. Menurut laporan itu, ia juga tidak akan bertemu Presiden AS Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Konteks: kecaman atas Gaza dan surat perintah ICC
Menurut ANTARA, kehadiran Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB 2026 berlangsung saat kecaman internasional terus meluas atas tindakan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang memicu eskalasi di kawasan.
ANTARA juga mencatat bahwa surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 masih berlaku. Kedua sumber tidak memuat pernyataan resmi Kemenlu soal alasan walk out, sehingga sikap resmi Indonesia belum dapat dirinci di sini.



